![]() |
| Herman HN |
BANDAR LAMPUNG - Demi menjaga lingkungan masyarakat tetap aman, Wali Kota Bandar Lampung Herman HN mengatakan, jika kegiatan sistem keamanan lingkungan (siskamling) tidak aktif dilaksanakan warga, maka lurah setempat akan dicopot.
"Jika siskamling di kelurahan tersebut tidak aktif, akan saya copot lurahnya," tukas Herman HN, Selasa (7/4/2015).
Diketahui ada beberapa RT di sejumlah kelurahan yang belum melaksanakan siskamling, penyebabnya antara lain ditengarai hubungan antara warga dengan Babinsa dan Babinkamtibmas kurang harmonis.
"Saya minta kepada lurah, jangan hanya laporan yang tidak aktif, semua harus aktif," imbau Herman HN.
Ia menegaskan kepada camat dan lurah agar memperketat pengawasan identitas semua warga, terutama untuk warga yang tinggal di rumah kontrakan dan indekosan. Para lurah agar berkoordinasi dengan RT untuk mendata warga.
"Jadi, siapa pun yang menghuni rumah itu harus dimintai fotokopi KTP-nya, terutama yang tinggal di indekosan. Tempat indekos itu bisa menjadi sarang begal, pindah dari satu tempat ke tempat yang lain," jelas Herman HN.
Selain menggalakkan siskamling, mantan Kadispenda Provinsi Lampung ini juga menyarankan pemasangan portal di tiap lingkungan untuk membantu penjagaan di malam hari.
"Ya, kalau bisa ada portal pada tiap jalan lingkungan, jadi kalau ada begal nggak bisa lari kemana-mana. Tapi harus ada yang tetap berjaga di dekat portal, takutnya pas ada kebakaran portalnya malah menghalangi jalan," ujar Herman HN, seperti dilansir Skalanews.
Dia menghimbau warga untuk rutin melaksanakan siskamling, jangan hanya pada saat situasi di Bandar Lampung kurang aman. Diingatkan, situasi Kota Bandar Lampung dengan tindak kriminalitasnya sedang meningkat, perlu kewaspadaan seluruh masyarakat.
"Jangan hanya mengandalkan aparat keamanan, masyarakat harus turut membantu. Kalau kemana-mana harus waspada, begitu juga kalau di rumah. Jika ada tamu yang tidak dikenal jangan langsung diterima, dan yang terpenting selalu waspada," kata Herman HN. (*)
