Notification

×

Andi Arief di Lampung: Calonkada Jangan Tergantung Cukong

30 June 2015 | 11:01 PM WIB Last Updated 2015-06-30T16:01:56Z
Andi Arief

LAMPUNG ONLINE - Calon kepala daerah (Calonkada) diminta bertarung secara mandiri tanpa melibatkan bantuan cukong. Hal ini penting, agar setelah sang calon kepala daerah menang dalam pilkada dan berkuasa, dia dapat mengabdikan diri untuk kepentingan rakyat, bukan menjadi alat dari cukong yang mensponsori.

Hal itu disampaikan tokoh muda Lampung, Andi Arief, ketika berbicara dalam acara buka puasa bersama Yayasan Pelopor 98 di Bandar Lampung, Senin (29/6/2015) malam.

"Mandiri di sini dalam arti tidak bergantung pada tuan-tuan yang lain, sehingga nanti saat terpilih dia harus jadi bupati atau walikota atau gubernur tanpa embel-embel lain. Tapi memang dialah yang benar-benar berkuasa, tanpa ada matahari lain di dalam pemerintahannya,” ujar mantan Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana Alam.

Berkaitan dengan pelaksanaan pilkada serentak di Lampung, Andi Arief meminta setiap calon kepala daerah tidak tunduk pada kepentingan korporasi.

"Kelemahan para calon ini kan rata-rata adalah finansial. Di situlah korporasi masuk. Kalau mereka (korporasi) masuk sudah dipastikan akan terjadi matahari kembar,” katanya, seperti dilansir RMOL.

Kalau sudah terjadi matahari kembar, atau kepala daerah dikontrol oleh kelompok cukong dan korporasi, maka yang rugi adalah rakyat. Kepentingan rakyat selalu dikesampingkan setiap kali berhadapan dengan kepentingan kelompok cukong dan korporasi.

"Hanya pemimpin mandiri yang bisa bekerja melakukan apa saja untuk rakyat, dan dia pasti bisa melakukan sesuatu yang lebih bagus dari sebelumnya,” kata Andi Arief.

Pada bagian lain, putra bungsu KH Arief Makhya ini berpesan agar siapapun bakal calon kepala daerah yang tidak bisa berbuat apa-apa, selain menggantungkan dirinya pada cukong dan korporasi, agar tidak maju dalam pilkada.

"Harapan saya balonkada yang tidak bisa berbuat apa-apa, atau yang memiliki niat lain selain mengurusi rakyat, sebaiknya jangan mencalonkan diri,” demikian Andi Arief. (*)