Notification

×

KPK: Ada yang Lakukan Transaksi Korupsi saat Umroh

28 June 2015 | 10:59 PM WIB Last Updated 2015-06-28T15:59:44Z
Johan Budi

LAMPUNG ONLINE - Plt Pimpinan KPK Johan Budi menegaskan bahwa praktik korupsi tak mengenal tempat dan waktu. Korupsi bisa dilakukan di mana saja. Bahkan Johan mengungkapkan ada transaksi korupsi yang dilakukan saat umroh.

"Orang memaknai agama sekedar ritualitas di pojok kiri, urusan lain di kanan. Orang mau salat berapa kali percuma kalau tidak dimaknai. Omongan juga berbeda. Ada ustad, kyai haji dan entitas-entitas itu sudah nggak steril," kata Johan dalam diskusi 'Puasa Korupsi' di kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Minggu (28/6/2015).

Johan menjelaskan, kini bahkan para koruptor sudah tak ragu-ragu mengkorupsi segala proyek, termasuk proyek yang bersinggungan langsung dengan agama dan kepentingan umat. Cara bertransaksinya pun ditutup-tutupi dengan kegiatan keagamaan, seperti dilansir Detik.

"Ada pengadaan Al Quran dikorup. Bahkan pembicaraan yang disadap jauh dengan agama. Ada ibadah haji juga, bahkan ada informasi, mereka bertransaksi dengan cara berumroh bersama. Di tanah suci umroh bareng, transaksinya terjadinya di sana, biar gak ditangkap KPK," jelas Johan.

"Jadi korupsi itu sudah tidak kenal entitas yang dulu sakral, yang seharusnya ucapan dan tindakan jadi contoh," imbuhnya.

Sayangnya, Johan tak mau menyebut siapa saja orang yang diketahui menutupi transaksi korupsinya dengan kedok umroh di tanah suci. Johan juga tak mau menjelaskan lebih jauh apakah transaksi saat umroh yang diketahui KPK itu berkaitan dengan kasus korupsi dana haji yang menjerat eks Menteri Agama Suryadharma Ali. (*)