![]() |
| Faisal Yusuf (berkacamata) dan Wali Kota Bandar Lampung Herman HN (kiri). | dok.facebook |
LAMPUNG ONLINE - Tim sepakbola Lampung, Lampung FC tak gentar dengan adanya intimidasi dan ancaman bagi klub-klub yang mengikuti Piala Kemerdekaan. Mereka bergeming mengikuti turnamen yang diadakan Tim Transisi tersebut.
"Saya rasa, tak tepat kalau kita takut pada intimidasi mereka. Harusnya, kita yang mengintimidasi mereka," ujar Direktur Lampung FC, Faisal Yusuf, Sabtu (4/7/2015).
"Yang jelas, bagi kami, tak ada lagi yang mengancam-ancam atau intimidasi. Bagi kami, mereka telah dibekukan," sambungnya.
Sebelumnya, PSSI disebut melontarkan ancaman bagi klub-klub yang mengikuti Piala Kemerdekaan. Pasalnya, Tim Transisi -yang menghelat turnamen ini- bukanlah termasuk football family, seperti yang diakui PSSI.
Lebih lanjut, Faisal menyebut bahwa seharusnya pengurus PSSI tak lagi menebar ancaman. Pasalnya, segala kegiatan mereka tak lagi dianggap eksistensinya oleh pemerintah.
"Kalau menurut saya, mereka semua itu legowo sajalah. Sudah banyak dosa yang mereka lakukan di sepakbola Indonesia," tandasnya, seperti dilansir Bola.
Lampung FC menegaskan sikap mereka mengikuti turnamen Piala Kemerdekaan. Sikap ini diwujudkan dengan menandatangani pernyataan keikutsertaan dan pakta integritas.
Selain Lampung FC, sejauh ini sudah ada 19 klub lain yang memastikan ikut. Jumlah ini bisa bertambah menyusul adanya kabar beberapa klub lain, termasuk Persis Solo dan beberapa klub ISL, yang siap berlaga pada Piala Kemerdekaan, seperti dilansir Bola.
Sementara itu, beratnya persaingan pada turnamen ini, terlebih jika klub-klub ISL jadi merapat, tak membuat Lampung FC gentar. Mereka mengaku tetap optimistis bisa meraih target yang dipatok.
"Kami tak hanya sekadar mematok target. Persiapan kami sudah matang. Sejak awal Ramadan kemarin skuat kami sudah mempersiapkan diri," tandas Faisal. (*)
