Notification

×

Komisi VI DPR RI Kunjungi Budidaya Kerapu di Lampung

10 July 2015 | 11:02 PM WIB Last Updated 2015-07-10T16:02:14Z
Siti Hediati Soeharto

LAMPUNG - Rombongan Komisi IV DPR RI melanjutkan kunjungan kerja di Provinsi Lampung, dengan menyambangi Balai Besar Pengembangan Budidaya Laut (BBPBL) di Hanura, Kabupaten Pesawaran, Jumat (10/7/2015). 

Anggota Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto mengatakan, kunjungan pihaknya guna melihat budidaya ikan kerapu di Lampung dan kendala yang dihadapi nelayan. Dalam kesempatan itu, dia juga berjanji untuk segera mempercepat permohonan nelayan untuk membangun keramba.

Dalam kesempatan tersebut, putri mantan Presiden Soeharto yang akran disapa Mbak Titik itu juga menyampaikan apresiasi, karena Indonesia khususnya Provinsi Lampung telah mampu membudidayakan kerapu. 

"Saya berharap agar budidaya kerapu dapat dikembangkan di seluruh Indonesia. Pemerintah hendaknya lebih banyak lagi membangun balai pembibitan untuk melestarikan laut Indonesia," ujarnya, seperti dilansir Republika.

Arifin, nelayan Pesawaran yang membudidayakan kerang, menyambut baik kunjungan Komisi IV beserta rombongan Pemprov Lampung. Mereka memohon agar Dinas Kelautan Pesawaran membantu permohonan dana untuk pengembangan keramba. 

Ketua Kelompok Nelayan Ringgung, Pesawaran, Asril menyoroti masalah pariwisata karena dinilai membatasi kegiatan nelayan antara lain tidak diperbolehkannya untuk membuat kapal di pinggir pantai.

Nelayan berharap kegiatan pariwisata dan perikanan dapat berjalan seiring. Salah satu wujudnya yaitu kawasan yang masih tersisa di pantai dapat dijadikan galangan kapal dan parkir mobil pada saat panen. Beberapa tahun lalu, ikan kerapu merupakan produk unggulan dari Lampung.

Tapi sekarang tinggal nama karena banyak kendala, terutama di pasar. Kendala yang dihadapi nelayan meliputi keterbatasan angkutan dan pengepul. Ia menjelaskan, dahulu harga ikan kerapu pernah mencapai 50 dolar Amerika Serikat per kilogram. 

Namun karena sudah tidak berpotensi maka para nelayan mencari komoditas terbaru seperti kakap putih dan kerapu macan tapi masih dalam tahap uji coba. (*)