LAMPUNG ONLINE - Rumput laut dan kekerangan merupakan komoditas unggulan perikanan budidaya untuk mendukung pembangunan poros maritim nasional. Kedua komoditas itu memiliki kemiripan yakni mudah dibudidayakan, modal usaha yang murah, mampu menyerap tenaga kerja dan memiliki pasar yang cukup besar.
Di samping rumput laut, target produksi kekerangan pada 2015 sebesar 233.700 ton dan diperkirakan akan tumbuh 32,60% per tahun hingga 2019.
Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto mengatakan, di samping rumput laut yang sudah menjadi unggulan produksi perikanan budidaya, pengembangan kekerangan mulai fokus tahun 2015.
“Selama ini, kekerangan memang belum diperhitungkan dan pembinaannya masih kurang. Padahal kebutuhan pasar kekerangan di dalam negeri cukup tinggi,” jelas Slamet, dalam rilisnya, Senin (13/7/2015).
Kebijakan ini pada saat melakukan kunjungan ke lokasi budidaya kerang hijau di Desa Sukajaya, Lempasing, Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Slamet Soebjakto menambahkan, usaha budidaya rumput laut dan kekerangan akan terus didorong untuk menjadi sumber pendapatan masyarakat pesisir, khususnya di wilayah yang mempunyai potensi pengembangan.
“Lokasi budidaya rumput laut dan kekerangan memiliki beberapa syarat tertentu. Belum lagi jenis rumput laut dan kekerangan yang bisa dibudidayakan juga cukup banyak. Jadi dengan pertumbuhan produksi sampai dengan 2019 sebesar 16,74% untuk rumput laut dan kekerangan sebesar 32,6% per tahun, kami optimis dapat terpenuhi,” jelas Slamet.
Seperti halnya rumput laut, kekerangan juga membutuhkan lokasi yang spesifik untuk budidayanya.
“Kita akan kembangkan budidaya kerang ini ke lokasi yang sesuai, seperti di Lampung ini. Saat ini, di samping Lampung, beberapa daerah seperti Riau, Sumatera Barat dan Banten juga sedang dikembangkan budidaya kerang hijau ini,” imbuh Slamet, seperti dilansir Gatra.
Slamet kemudian menjelaskan perhitungan ekonomis usaha budidaya kerang hijau. Dengan modal usaha sebesar Rp 15-20 juta, pembudidaya dapat memulai usaha budidaya kerang menggunakan 1 unit kerangka ukuran 9 x 15 m2.
Setelah di pasang di laut selama kurang lebih 6 bulan, akan diperoleh 1,5 ton kerang hijau dengan harga Rp 5 ribu per kg. Jadi, kalau dihitung, per bulan diperoleh tambahan penghasilan Rp 1,5juta per bulan. Tanpa membeli bibit kerang hijau, tanpa pakan dan hemat energi. (*)
