![]() |
| Lukman Hakim Saifuddin |
LAMPUNG ONLINE - Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, apabila bulan atau hilal tidak terlihat karena tertutup awan selepas Magrib pada 16 Juli 2015 mendatang, maka penetapan Idul Fitri 1436 Hijriah akan dibahas secara mendalam oleh peserta sidang isbat.
"Tapi kalau tertutup awan, mendung tebal dan tidak bisa dilihat hilalnya, maka ini yang akan dibicarakan oleh para peserta sidang," ujarnya, Minggu (12/7/2015).
Berdasarkan perhitungan astronom atau hisab, kata dia, hilal akan ada di atas dua derajat dari cakrawala dan memungkinkan terlihat oleh mata. Hanya cuaca yang bisa menghalangi pandangan mata untuk menyaksikannya. Jika itu terjadi, maka puasa digenapkan menjadi 30 hari atau lebaran jatuh pada 18 Juli 2015.
"Besok seperti apa hasil isbat, itu tergantung apakah 16 Juli 2015 selepas Magrib. Itu ada pelaku rukyat melihat hilal atau tidak. Kalau tampak, maka dengan sendirinya malam itu masuk 1 syawal dan besoknya Idul Fitri," ucap politisi PPP tersebut.
Lukman menambahkan, sidang isbat atau penetapan Idul Fitri 1436 Hijriah akan sangat tergantung dari keputusan para peserta sidang. Dia berharap akan ada kesamaan pandangan di antara peserta, seperti dilansir Okezone.
Penetapan waktu Idul Fitri sendiri dilakukan dengan memadukan dua metode. "Hisab harus dikonfirmasi dengan rukyat. Bisa dengan mata telanjang atau dengan alat bantu teleskop dan sebagainya, tapi harus terlihat," tuturnya.
Sidang isbat penetapan Idul Fitri 1436 Hijriah akan dilaksanakan secara tertutup seperti saat sidang penetapan awal Ramadan lalu. Sedangkan pengumuman hasil isbat dilakukan lewat media massa. (*)
