Notification

×

Pecah Kaca Mobil, Rp 700 Juta Lenyap di Samsat Lampung Tengah

04 July 2015 | 9:07 PM WIB Last Updated 2015-07-04T14:12:32Z

LAMPUNG TENGAH - Semakin mendekati Lebaran, aksi kejahatan kian meningkat. Mobil jenis X-Trail warna abu-abu dengan nomor polisi BE 2132 AX milik Indra Helwa Dwiyanti (35), seorang pengelola biro jasa di Samsat Gunung Sugih, Lampung Tengah, dipecahkan kaca depannya oleh pelaku pencurian. 

Akibatnya, korban mengalami kerugian total sebesar Rp 700 juta yang disimpan di dalam mobilnya. Peristiwa itu terjadi pada Jumat (3/7/2015) kemarin.

"Kemarin tidak ada media yang memberitakan karena saya panik, tapi laporan sudah saya masukkan ke Polres Lampung Tengah dan Polda Lampung," jelas Indra kepada sejumlah awak media, Sabtu, (4/7/2015).

Ia menuturkan kronologis kejadian, sekitar pukul 10.30 WIB, saat itu dirinya dari salah satu bank di Bandar Jaya, Lampung Tengah dan hendak menyetorkan uang ke Samsat Gunung Sugih. Namun, ketika dia meninggalkan kendaraannya ke sebuah tempat fotokopi, tiba-tiba alarm mobilnya berbunyi. Korban melihat kaca mobil depannya pecah.

Sebelumnya, wanita itu mengaku tak memiliki firasat atau kercurigaan. Korban mengatakan, ia tidak mencurigai adanya orang yang membuntuti atau mengikuti ketika sampai di Kantor Samsat Gunung Sugih. 

"Tidak ada yang mencurigakan atau saya diikuti. Uang memang biasa saya taruh di dalam mobil, karena saya biasa ke sini (Samsat Gunung Sugih) pun dengan mobil ini," kata Indra.

Dia mengaku hanya meninggalkan mobilnya selama lima menit. Menurut Indra, ketika masuk dari kantor Samsat, ia langsung ke toko fotokopi yang berjarak sekitar 25 meter.

"Saya mendengar alarm mobil saya bunyi. Saya langsung lari, dan melihat kaca mobil saya pecah. Selain itu uang dan berkas saya juga hilang," kata Indra.

Indra yang panik waktu kejadian, hanya bisa menangis dan berteriak minta tolong, namun orang tidak banyak yang merespon kondisinya.

Husen, tukang parkir di Samsat Gunung Sugih, mengaku mendengar suara alarm mobil bunyi pada saat kejadian perampokan, Jumat kemarin. 

"Saya dengar suara alarm mobil bunyi, tapi tidak tahu kalau itu ternyata perampokan, jadi tidak curiga," ujarnya. Selain itu, Husen juga mengaku jika pada saat kejadian posisinya sedikit berjauhan dengan mobil.

"Saya dan teman di pintu keluar pada saat kejadia," kata Husen. Menurut dia, pada saat kejadian kondisi kendaraan ramai, dan dia dengan temannya hanya bertugas sehari-hari berdua saja, seeprti dilansir Tribunlampung.

Dipersulit
Indra, korban pencurian di Samsat Gunung Sugih, mengaku jika dirinya dipersulit dalam mengurus berkas kliennya di kantor satu atap tersebut. Menurut dia, biasanya dirinya bisa masuk dan mengurus secara cepat, namun kemarin tidak seperti biasanya.

"Kemarin itu saya disuruh mengantre, dan membayar melalui loket-loket, itu tidak seperti biasanya," ujar Indra. Dia mengaku tidak kuat jika harus membawa dokumen dan uang tunai, dan terpaksa menaruh tasnya di mobil.

"Uangnya Rp 347.500 juta. Dengan berkas pembayan BPKB klien saya, dan dokumen lainnya total kerugian saya Rp 700 juta," terangnya. (*)