Notification

×

Dipolisikan, Ini Pengakuan Komandan Banpol PP Bandar Lampung

23 September 2015 | 2:29 PM WIB Last Updated 2015-09-23T07:42:13Z
Nurbaiti. (berhijab). (jpnn)

BANDAR LAMPUNG - Komandan peleton Bantuan Polisi Pamong Praja (Banpol PP) Pemkot Bandar Lampung, Ruswita (RS) yang dituding telah menjual anak buahnya, Nurbaiti (NB) akhirnya angkat suara. Dia  membantah tuduhan tersebut. 

Ruswita membenarkan jika dia mengajak Nurbaiti keluar pada Selasa (1/9/2015) malam sekitar pukul 23.00 WIB. Namun, kata Ruswita, tujuannya hanya untuk bersenang-senang.

”Dia itu memang sedang banyak kasus, contohnya 'ngutil' di Pasar Bambu Kuning. Makanya sedang saya bina. Saya sedang melakukan pendekatan,” katanya melalui sambungan telepon.

Dia juga membantah menurunkan Nurbaiti di tengah jalan. Sebab, pada saat pulang, Nurbaiti sempat mampir di rumahnya dan duduk. 

”Saya tanya, kamu mau pulang sama siapa. Mau diantar nggak, tapi dia bilang katanya ada yang jemput. Ya sudah saya tinggal masuk,” lanjut Ruswita.

Lalu untuk masalah dicekokin minuman keras, dia menjelaskan bahwa semuanya minum bersama. Namun saat ini dia membiarkan Nurbaiti untuk menuduhnya yang bukan-bukan. Ruswita yakin bahwa di lokasi itu ada saksi, seperti dilansir Jpnn, Selasa (22/9/2015).

”Nggak apa-apa kok, saya malah senang difitnah begini. Tapi kan nanti ada saksi dan buktinya,” tandas Danton Pamsus 1 Wanita Banpol PP Bandar Lampung ini.

Informasi terakhir, Kepala Banpol PP Cik Raden telah memecat Ruswita.

"Kami sudah rapatkan bersama, maka oknum yang dimaksud sudah kami pecat dan keluar dari keanggotaan," ujar Cik Raden.


Menurut dia, alasan pemecetan oknum tersebut karena telah mencoreng nama baik Banpol PP Kota Bandar Lampung. Untuk urusan hukum terhadap oknum yang bersangkutan, Cik Raden menyerahkan sepenuhnya kepada pihak yang berwajib. 

"Silakan diproses secara hukum dan apabila pihak yang berwajib menyatakan tidak bersalah, kami siap menerima kembali anggota tersebut," ujar dia. (*)