Notification

×

Kelompok Oknum Anggota DPRD Way Kanan Aniaya Polisi

21 September 2015 | 9:08 AM WIB Last Updated 2015-09-21T08:52:13Z
Kelompok Oknum Anggota DPRD Way Kanan Aniaya Polisi
Bripda Wawan Andika, anggota Polres Way Kanan saat dirawat di UGD RSUD ZA Pagar Alam, Way Kanan.

WAY KANAN – Aparat hukum dari Polres Way Kanan, Lampung terus melakukan penyelidikan intensif atas laporan korban penganiyaan, yang diduga dilakukan kelompok dari seorang oknum anggota DPRD setempat terhadap empat anggota keamanan Register 44, Inhutani di Blambangan Umpu. 

Keempat korban yang melapor menjadi korban penganiyaan yakni dua anggota Polres Way Kanan, satu anggota Polhut dan satu tenaga keamanan, yang sedang melakukan patrol rutin pada Jumat (18/9/2015) dinihari lalu.

Kapolres Way Kanan, AKBP Harseno, S.IK melalui Kasat Reskrim Polres Way Kanan AKP Ardy Agung Permadi, SH saat dikonfirmasi, Minggu (20/9/2015) terkait laporan penganiyaan tersebut, mengatakan saat ini pihaknya telah memintai keterangan dari keempat pelapor dan terus mendalami motif peristiwa tersebut. 

“Pihak penyidik telah memintai keterangan dari para pelapor, melakukan olah TKP, mengamankan satu unit mobil Daihatsu Hiline yang dirusak massa saat dipakai berpatroli dan meminta hasil visum dokter,” jelasnya, seperti dalam keterangan tertulis kepada Lampung Online, Senin (21/9/2015).

Menurut keterangan seorang pelapor, Brigpol. Heri Prayitno, hal itu bernula saat dirinya membantah pernyataan seorang dari kelompok tersebut yakni Haris Nasution anggota DPRD Way Kanan, yang ketika bertemu langsung menodongkan senjata ke arahnya pada malam kejadian. 

“Saat Haris Nasution dan massa menghampiri kami, saya sempat menanyakan 'apakah itu mobil bapak?',” terang Heri.

Namun, lanjut dia, Haris Nasution terlihat emosi dan langsung membentaknya. 

"Kamu polisi yang nge-pam disini ya! Saya ketua dewan. Kenapa kamu mengempeskan ban mobil saya,” ujarnya, seperti dikutip Heri. Lalu, kata Heri, Haris Nasution berusaha merebut senjata yang berada di tangan kirinya.

Saat sedang tarik menarik senjata dengan Haris Nasution, seorang dari kelompok tersebut membacokkan sebilah parang ke tangan Heri. Senjata di tangannya pun berhasil direbut Haris Nasution. Selanjutnya, puluhan massa langsung dengan cepat mengeroyok dia dan ketiga rekannya.

Akibat penganiyaan  oleh sekelompok orang tersebut, Brigpol. Heri Prayitno (anggota Polres Way Kanan), Tomi (anggota Polhut) dan Rudi Saputra mengalami luka lebam di wajah dan tubuh. Sementara rekannya, Bripda. Wawan Andika (anggota Polres Way Kanan) yang ditemukan tergeletak di perkebunan Inhutani/PT BML Blambangan Umpu Way Kanan, sempat mendapatkan perawatan di UGD RSUD ZA Pagar Way Kanan.

Sementara, Helmi, kerabat salah seorang korban berharap agar aparat kepolisian  Polres Way Kanan dapat mengungkap kasus penganiyaan tersebut, dan para pelaku harus dijerat sesuai dengan undang-undang yang berlaku. 

“Selain hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu, aparat kepolisian juga harus mengungkap motif keberadaan mobil di tengah kebun tersebut. Sebab menurut salah seorang korban yang melapor, sebelum peristiwa tersebut terjadi, ada orang yang menanyakan kapan perusahaan akan gajian dan berapa banyak jumlah tenaga keamanan yang melakukan pengamanan. Itu menjadi sebuah misteri,” tandas Helmi. (ruslan)