Notification

×

Lagi, Alay Tunda Pembangunan Pasar Smep Bandar Lampung

08 September 2015 | 6:12 AM WIB Last Updated 2015-09-07T23:16:02Z
Pasar Smep Bandar Lampung. (ist)

BANDAR LAMPUNG - Lagi-lagi, PT Prabu Artha selaku pengembang Pasar Smep, Tanjungkarang Pusat, Bandar Lampung, tidak menepati janjinya. Untuk kesekian kalinya, pihak pengembang tersebut membatalkan pengerjaan pasar itu sesuai janji.

Saat dikonfirmasi, Direktur PT Prabu Artha, Ferry Sulistyo yang akrab disapa Alay, mengakui jika pembangunan Pasar Smep belum dikerjakan, karena pihaknya masih fokus terhadap pembangunan Pasar Tugu. 

"Iya memang dulu kami janjikan tanggal 3, tetapi sekarang ditunda dululah, mau fokus pengerjaan Pasar Tugu," ujar Alay, Senin (7/9/2015).

Dia pun kembali berjanji akan membangun Pasar Smep pada tanggal 19 September 2015 mendatang. 

"Kami lanjutkan pada tanggal 19, kami usahakan bisa mengerjakan Pasar Smep pada hari itu," ujar Alay.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pasar Pemkot Bandar Lampung Khasrian Anwar mengatakan Pasar Tugu secara keseluruhan dapat dikatakan selesai. Namun, hak guna bangunan (HGB) dari Pasar Panjang tengah diproses pemecahan. 

"Kalau secara bangunan selesai dilakukan, tapi pihak pengembang kini tengah memecah HGB makanya dapat dikatakan belum selesai," katanya.

Menurut Khasrian, Alay sudah berkoordinasi dengannya. Alay mengatakan Pasar Smep memang akan dilanjutkan bulan ini sebelum Pj wali kota menjabat. 

"Kalau katanya sebelum plt bertugas, Smep sudah dibangun, kita berharap bulan ini sudah dimulai," katanya.

Berdasarkan pemantuan, sampai Senin, Pasar Smep belum juga dikerjakan. Bahkan, tumpukan material dan alat berat pun tidak ada. Padahal beberapa waktu lalu Alay menjanjikan pembangunan Pasar Smep dimulai pada 3 September 2015.

Lubang besar untuk pembangunan Pasar Smep pun masih sama seperti sebelumnya, yakni berbentuk embung dengan banyak eceng gondok dan sampah. Yanti, pedagang sayuran di Pasar Smep, mengaku pasrah terkait tidak dikerjakan pembangunan pasar tradisional tersebut, seperti dilansir Lampost.

Para pedagang mengaku pasrah. "Ya saya mah pasrah aja Mas, mau dikerjakan syukur, mau enggak dikerjakan juga enggak apa-apa, udah biasa kayak gini mah,"ujar Yanti.

Hal senada disampaikan pedagang lain, Pardi. Dia menyatakan memang tidak ada niatan pengembang untuk melanjutkan pembangunnya kembali.

"Kalau untuk janji-janji, kita sudah tidak percaya lagi, itu janji palsu Mas, uda lama mau dikerjakan, tetapi enggak dikerja-kerjain," katanya.

Lebih lanjut ia berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung mengganti secepatnya pengembang Pasar Smep, sehingga pembangunan bisa cepat dilanjutkan kembali. (*)