Notification

×

Kapolda Lampung: Tarmuzi Tewas karena Kecelakaan

25 October 2015 | 7:03 PM WIB Last Updated 2015-10-26T03:17:58Z
Edward Syah Pernong. (ist)

LAMPUNG - Kapolda Lampung Brigjen Pol Edward Syah Pernong menegaskan, Tarmuzi (38), terduga pencuri gading gajah bernama 'Yongki', meninggal akibat gegar otak setelah mengalami kecelakaan. Dia tewas bukan karena dianiaya.

"Setelah kecelakaan tunggal yang dialami, terduga pelaku ini sempat mengalami muntah-muntah meskipun masih dalam kondisi sadar hingga dibawa ke polsek setempat," ujarnya di Bandar Lampung, Minggu (25/10/2015).

Menurut Kapolda Edward, saat itu operasi yang selektif dilaksanakan jajarannya di Krui, Kabupaten Pesisir Barat. Tarmuzi yang sedang mengendarai sepeda motor melihat operasi tersebut. Dia memutar arah dan menabrak hingga terjatuh.

"Aparat kepolisian melakukan pengejaran dan menangkap Tarmuzi setelah terjatuh dari motor yang ditumpanginya, dan dia dibawa ke polsek sambil menunggu bidan datang," jelas dia.

Pihaknya sudah menghubungi keluarga yang bersangkutan, namun selama dua hari tidak ada yang datang hingga harus dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Dr H Abdul Moeloek (RSUDAM) di Bandar Lampung.

Setelah mengalami koma selama delapan hari, Tarmuzi akhirnya meninggal dunia di RSUDAM Bandar Lampung, Jumat (23/10).

Berkaitan versi lain yang menyatakan Tarmuzi meninggal akibat dianiaya polisi, Kapolda melanjutkan, Propam Polda Lampung masih melakukan pengecekan dan pemeriksaan atas laporan tersebut.

"Kalau memang karena adanya penganiayaan, saya akan ambil langkah tegas untuk persoalan itu," ujar Kapolda Edward, seperti dilansir Sinarharapan.

Belakangan, kematian Tarmuzi ditengarai karena tindak kekerasan dilakukan oknum polisi saat meminta keterangan terkait kematian gajah Yongki di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan kawasan Kamp Pemerihan Bengkunat, Pesisir Barat, Jumat (18/9) lalu.

Yongki merupakan gajah jantan jinak andalan pelerai konflik antara gajah liar dan penduduk setempat ini ditemukan mati tak jauh dari kamp tempat pemeliharaannya di TNBBS itu. Diduga Yongki sengaja dibunuh untuk diambil gadingnya.

Keluarga menganggap kematian Tarmuzi tidak wajar dan mengadukan permasalahan tersebut ke Propam Polda Lampung dan meminta pembelaan hukum melalui LBH Bandar Lampung. (*)