![]() |
| Rini Soemarno |
LAMPUNG - Beragam permasalahan di Provinsi Lampung menjadi perbincangan hangat Presiden Jokowi dengan para pemimpin redaksi dan perwakilan media cetak/elektronik di lantai 11, The 7th Hotel Jumat (6/11/2015) malam.
Salah satu topik bahasan yang paling hangat adalah mengenai kelistrikan di Lampung.
Diketahui,
sejak beberapa pekan terakhir, Lampung kerap dihantui pemadaman
listrik. PLN selama ini beralasan pemadaman bergilir terpaksa dilakukan
karena desakan kondisi akibat defisit daya listrik yang terjadi.
Menanggapi keluhan ini, Jokowi secara terus terang mengaku masalah listrik ini memang menjadi PR (pekerjaan rumah) besar pihaknya.
Menanggapi keluhan ini, Jokowi secara terus terang mengaku masalah listrik ini memang menjadi PR (pekerjaan rumah) besar pihaknya.
’’Terus
terang saja, masalah pemadaman ini terjadi hampir di semua provinsi di
Indonesia. Setiap saya kunjungan, pasti dapat keluhan-keluhan semacam
ini,” katanya, seperti dilansir dari laman resmi Pemprov Lampung, Sabtu
(7/11/2015).
Untuk mengatasi masalah ini, lanjut Jokowi, pemerintahannya bersama Jusuf Kalla (JK) akan berupaya maksimal. Salah satunya dengan menargetkan pembangunan pembangkit listrik 35.000 megawatt (MW) dalam lima tahun ke depan.
Untuk mengatasi masalah ini, lanjut Jokowi, pemerintahannya bersama Jusuf Kalla (JK) akan berupaya maksimal. Salah satunya dengan menargetkan pembangunan pembangkit listrik 35.000 megawatt (MW) dalam lima tahun ke depan.
Meski
dalam perjalanannya, proyek yang sudah diresmikan di Jogjakarta
beberapa waktu lalu ini sempat hendak dipangkas menjadi 16 ribu MW,
karena kelesuan kondisi ekonomi yang terjadi.
Disinggung tentang potensi geotermal atau panas bumi yang ada di Provinsi Lampung, seperti di Ulubelu, Tanggamus; Suoh, Lampung Barat; dan Gunung Rajabasa, Lampung Selatan; Jokowi menyatakan pihaknya masih mengkaji.
Disinggung tentang potensi geotermal atau panas bumi yang ada di Provinsi Lampung, seperti di Ulubelu, Tanggamus; Suoh, Lampung Barat; dan Gunung Rajabasa, Lampung Selatan; Jokowi menyatakan pihaknya masih mengkaji.
"Sebab,
lokasi potensi geotermal yang ada kebanyakan berada di kawasan hutan
lindung. Kondisi ini membuat pengerjaan proyek benar-benar harus
dipikirkan secara matang agar tidak berimbas pada kerusakan hutan,"
jelasnya.
Guna memastikannya, Jokowi secara khusus memanggil Menteri BUMN Rini Soemarno serta Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Marwan Jafar masuk ruangan.
Guna memastikannya, Jokowi secara khusus memanggil Menteri BUMN Rini Soemarno serta Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Marwan Jafar masuk ruangan.
Di
hadapan perwakilan media, Rini menyebut saat ini pihaknya tengah
mengkaji proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi. Untuk
keperluan itu, pihaknya akan menggandeng investor besar Sumitomo.
’’Sudah ada pembicaraan Pak (Presiden) dengan Sumitomo. Tinggal di masalah harga saja yang belum,” terangnya.
Untuk mengklirkan masalah ini, Rini mengaku akan menggelar pertemuan lanjutan dengan perwakilan Sumitomo, Senin (9/11/2015) mendatang. (*)
’’Sudah ada pembicaraan Pak (Presiden) dengan Sumitomo. Tinggal di masalah harga saja yang belum,” terangnya.
Untuk mengklirkan masalah ini, Rini mengaku akan menggelar pertemuan lanjutan dengan perwakilan Sumitomo, Senin (9/11/2015) mendatang. (*)
