![]() |
| (foto: istimewa) |
LAMPUNG ONLINE - Curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang melanda Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, membuat wilayah itu dikepung oleh longsor.
Kondisi itu ditandai dengan tujuh titik longsor yang terdapat di empat desa dari tiga kecamatan. Akibatnya, jalinbar di wilayah itu sempat terjadi penumpukan kendaraan dari dua arah.
Dijelaskan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kaur, Dihan Bastari, titik longsor yang melanda jalan lintas barat (Jalinbar) Bengkulu-Provinsi Lampung, terjadi di Desa Tanjung Iman, Kecamatan Kaur Tengah, Kabupaten Kaur sebanyak tiga titik.
Dijelaskan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kaur, Dihan Bastari, titik longsor yang melanda jalan lintas barat (Jalinbar) Bengkulu-Provinsi Lampung, terjadi di Desa Tanjung Iman, Kecamatan Kaur Tengah, Kabupaten Kaur sebanyak tiga titik.
Di Desa Air Long Kecamatan Maje terdapat dua titik, Desa Wai Hawang Kecamatan Maje satu titik dan di Desa Suku Tiga Kecamatan Nasal, Kabupaten Kaur, satu titik longsor.
"Rata-rata ketebalan material longsor mencapai satu meter hingga dua meter, dengan panjang rata-rata longsor sekira enam meter hingga tujuh meter," kata Dihan, saat dihubungi, Selasa (22/3/2016).
Tidak hanya itu, terang Dihan, longsor juga terjadi jalan penghubung antar desa dan kecamatan di Kabupaten Kaur, yang mana longsor terdapat enam titik di dua desa dari dua kecamatan. Longsor itu, kata dia, dengan ketebalan sekira tiga meter dengan panjang sekira empat hingga enam meter.
"Longsor juga di jalan penghubung antar desa, lima titik di Desa Tuguk Kecamatan Luas, dan satu titik di Desa Pagar Dewa Kecamatan Ketap," jelas Dihan, seperti dilansir Okezone.
Untuk antisipasi longsor yang telah menutupi jalinbar, terang dia, pihaknya dibantu dengan warga setempat sudah membersihkan material longsor secara swadaya. Pembersihan itu, terang dia, agar kendaraan yang melintas dari arah Bengkulu atau Lampung tidak terjadi kemecetan panjang.
Sementara, untuk pembersihan secara total, tambah Dihan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Kaur, agar menerjunkan alat berat.
"Khusus longsor di jalinbar sudah dibersihkan. Hanya saja itu sifatnya sementara dan hanya bisa dilintasi kendaraan roda empat," demikian Dihan. (*)
"Rata-rata ketebalan material longsor mencapai satu meter hingga dua meter, dengan panjang rata-rata longsor sekira enam meter hingga tujuh meter," kata Dihan, saat dihubungi, Selasa (22/3/2016).
Tidak hanya itu, terang Dihan, longsor juga terjadi jalan penghubung antar desa dan kecamatan di Kabupaten Kaur, yang mana longsor terdapat enam titik di dua desa dari dua kecamatan. Longsor itu, kata dia, dengan ketebalan sekira tiga meter dengan panjang sekira empat hingga enam meter.
"Longsor juga di jalan penghubung antar desa, lima titik di Desa Tuguk Kecamatan Luas, dan satu titik di Desa Pagar Dewa Kecamatan Ketap," jelas Dihan, seperti dilansir Okezone.
Untuk antisipasi longsor yang telah menutupi jalinbar, terang dia, pihaknya dibantu dengan warga setempat sudah membersihkan material longsor secara swadaya. Pembersihan itu, terang dia, agar kendaraan yang melintas dari arah Bengkulu atau Lampung tidak terjadi kemecetan panjang.
Sementara, untuk pembersihan secara total, tambah Dihan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Kaur, agar menerjunkan alat berat.
"Khusus longsor di jalinbar sudah dibersihkan. Hanya saja itu sifatnya sementara dan hanya bisa dilintasi kendaraan roda empat," demikian Dihan. (*)
