![]() |
| Ribuan pelajar SMA di Bandar Lampung berikrar tidak ikut aksi tawuran dan menolak bergabung dengan geng motor, Sabtu, 21 Januari 2023. (Foto: Beritasatu.com) |
BANDAR LAMPUNG - Ribuan pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) di Bandar Lampung berikrar untuk tidak ikut aksi tawuran dan menolak bergabung dengan geng motor.
Diketahui belakangan terakhir marak geng motor di Kota Bandar Lampung meresahkan masyarakat.
Ikrar dan janji ini dilakukan ribuan pelajar dari SMA Negeri 12 Bandar Lampung dan SMA Negeri 5 Bandar Lampung itu digelar pada Sabtu (21/1/2023).
Ikrar dan janji ribuan pelajar SMA ini diucapkan di hadapan para guru dan petugas kepolisian dari Polsek Sukarame, Bandar Lampung.
Ribuan pelajar SMA ini juga berkomitmen mendukung petugas kepolisian dan para guru di sekolah untuk menindak tegas terhadap siswa yang terlibat aksi tawuran dan terlibat geng motor.
Kapolsek Sukarame, Kompol Warsito, mengatakan kegiatan ikrar pelajar tersebut merupakan upaya pencegahan dan pendekatan pihak kepolisian agar tidak terlibat aksi tawuran dan aksi geng motor.
"Selain ikrar tersebut, kami intens berkoordinasi ke setiap sekolah untuk mengantisipasi tindakan tawuran dan geng motor. Kami beri arahan kepada para pelajar SMA untuk tidak bergabung dengan geng motor dan balap liar," ujarnya.
Menurut dia, poin ikrar para pelajar SMA tersebut yakni tidak bergabung dengan geng motor, tidak tawuran, dan balap liar.
"Di situ ada pelanggaran hukum. Jika terbukti kami tindak tegas sesuai dengan hukum yang berlaku," ujar Warsito, dilansir Beritasatu.
Aksi tawuran dan geng motor yang belakangan marak terjadi di Kota Bandar Lampung sangat merugikan diri sendiri, orang lain, dan merusak fasilitas umum.
"Sekolah merupakan wadah untuk siswa mengembangkan diri menjadi lebih baik. Pendidikan karakter dan agama itu sangat penting di sekolah," jelas Warsito.
Dia menghimbau peran serta para orang tua agar selalu dapat memberikan pengawasan kepada anak anak selepas waktu pulang sekolah.
"Orang tua yang tidak memberikan perhatian ekstra kepada anak menjadi salah satu faktor anak anak pelajar terlibat aksi tawuran dan geng motor," ungkap Warsito.
Dalam kegiatan ikrar menolak tawuran dan menolak terlibat geng motor ini, Polsek Sukarame juga memberikan sosialiasi kepada para siswa siswi sekolah tentang bahaya dan dampak aksi anarkis geng motor serta tawuran yang dapat merugikan masa depan dan keluarga.
Kegiatan ini disambut antusias pihak sekolah, para guru berharap kegiatan ini dapat memberikan penyadaran dan efek positif bagi para anak didik agar tidak terlibat aksi anarkis geng motor dan tawuran.
Kepala SMA Negeri 5 Bandar Lampung, Hayati Nufus, mendukung penuh langkah kepolisian untuk memberantas aksi geng motor yang meresahkan masyarakat.
"Kami akan berikan pendampingan siswa. Kalau bertindak kriminal kami serahkan ke polisi untuk menindaklanjuti," kata dia.
Untuk mencegah keterlibatan para siswa, pihak sekolah telah berkomitmen akan menindak tegas bagi siswa yang terlibat aksi tawuran dan geng motor. (*)
