Notification

×

Kurangi Sampah Plastik, Pemprov Lampung Sosialisasi Sistem Reuse dan Refill

29 January 2023 | 10:26 AM WIB Last Updated 2023-02-21T02:18:42Z
Ecobrick yang dibentuk menjadi tempat duduk dan kotak sampah oleh salah seorang pegiat lingkungan di Lampung. (Foto: Istimewa)

BANDAR LAMPUNG - Guna mengurangi timbulan sampah plastik sekali pakai, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung sosialisasi serta edukasi penggunaan dan isi ulang kembali (reuse dan refill) produk


"Sosialisasi dan edukasi untuk reuse dan refill produk terus dilakukan bersama dengan pegiat lingkungan kepada masyarakat," ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Lampung Emilia Kusumawati, Sabtu (28/1/2023).


Edukasi dan sosialisasi tersebut bertujuan menanamkan kepada masyarakat untuk peduli dan ramah kepada lingkungan.


"Jadi sambil mengedukasi reuse, reduce, refill, recycle kepada masyarakat, diberitahukan juga kepada mereka tentang bahaya dari sampah plastik ataupun mikro plastik bagi lingkungan," kata Emilia, dilansir Elshinta.


Meski saat ini di daerahnya belum ada stasiun atau tempat khusus untuk melakukan isi ulang produk guna mengurangi sampah, pihaknya memanfaatkan adanya penggunaan botol air minum (tumbler) sebagai wadah edukasi pengurangan sampah plastik dari ranah terkecil.


"Refill station sebagai alternatif pengurangan sampah plastik belum ada, tapi kita coba kurangi penggunaan plastik dari penggunaan tumbler air minum. Jadi tidak perlu membeli air minum kemasan setiap waktu, namun mengisi ulang air minum untuk mengurangi volume sampah botol plastik sekali pakai," jelas Emilia.


Selain itu edukasi juga dilakukan untuk meningkatkan keikutsertaan masyarakat untuk aktif mendaur ulang sampah melalui bank sampah.


"Kami juga edukasi masyarakat untuk aktif mendaur ulang sampah rumah tangga dengan bantuan bank sampah. Untuk yang sampah organik bisa dibuat kompos secara mandiri di rumah," ujar Emilia.


Saat ini pihaknya pun tengah memberikan pelatihan kepada masyarakat untuk membuat Ecobrick, agar mampu mendaur ulang sampah secara mandiri.


"Sedang diajarkan juga cara membuat Ecobrick. Botol plastik diisi dengan limbah non organik untuk dibuat jadi blok seperti batu bata. Masyarakat bisa mendaur ulang sampah plastik, tidak langsung dibuang ke tempat pembuangan akhir," kata Emilia. (*)