Notification

×

Beredar Video Diduga Pelarangan Ibadah di Gereja, Wagub Lampung Cari Tahu Penyebabnya

20 February 2023 | 2:45 PM WIB Last Updated 2023-03-02T04:25:51Z
Beredar video dugaan pelarangan jemaat Kristiani melakukan aktivitas ibadah di gereja di Lampung. (Foto: Istimewa)

BANDAR LAMPUNG - Beredar video dugaan pelarangan jemaat Kristiani melakukan aktivitas ibadah di gereja di Lampung.


Wakil Gubernur Lampung, Chusnunia Chalim mengatakan pihaknya masih mencari tahu penyebab dugaan pelarangan tersebut.


"Iya sudah lihat videonya, kami masih mencari tahu penyebabnya. Apabila rumah ibadah tersebut sudah mendapat persetujuan warga, tentu tidak harus dipersoalkan lagi," kata Nunik, sapaan akrabnya, Senin (20/2/2023).


Terkait tindakan orang dalam video yang diduga menghentikan proses ibadah umat kristiani tersebut, Nunik mengaku sangat menyayangkan.


Wagub menilai seharusnya warga melakukan mediasi terlebih dahulu.


"Tentu sangat menyayangkan kejadian tersebut. Negara menjamin hak beragama dan beribadah warganya sesuai dengan undang-undang, seharusnya tidak dilakukan dengan tindakan seperti itu. Kita hidup di Indonesia yang beragam suku agama, toleransi harus dikedepankan," kata Nunik, dilansir detikcom.


Atas peristiwa itu, pihak Gereja mendatangi Polsek Kedaton untuk melaporkan peristiwa tersebut.


Diketahui, sebelumnya viral di media sosial aksi pelarangan umat Kristen untuk beribadah di gereja. 


Aksi dugaan persekusi ini terjadi di Gereja Kristen Kemah Daud yang berada di Jalan Soekarno Hatta, Gang Anggrek, Rajabasa, Bandar Lampung.


Dalam beberapa video yang diterima, awalnya terlihat seorang pria yang dikatakan Ketua RT setempat memasuki lingkungan gereja dengan cara melompati pagar.


Peristiwa itu disebut terjadi pada Ahad (19/2) kemarin.


"Sabar pak, ini lagi ibadah pak," kata seorang jemaat di dalam video.


Namun pria yang mengenakan baju berwarna biru ini memaksa masuk gereja dan menghentikan aktifitas keagamaan dengan cara menaiki mimbar.


"Berhenti-berhenti," kata pria tersebut melarang aktifitas keagamaan yang tengah berjalan.


Usai menghentikan aktifitas keagamaan, pria tersebut keluar bersama warga lainnya. Di salah satu video lainnya, tampak pria tersebut menyerang perekam.


Di luar lingkungan gereja, tampak beberapa warga sudah menunggu. Akhirnya karena takut atas intimidasi ini, jemaat gereja pun menghentikan aktifitas keagamaan.


Polisi yang mengetahui insiden itu pun turun tangan. Dirreskrimum Polda Lampung, Kombes Reynold Hutagalung membenarkan video viral itu.


Dia mengatakan kasus itu sudah ditangani oleh Polresta Bandar Lampung.


"Iya benar, saat ini di tangani Polresta Bandar Lampung. Ditreskrimum akan backup penanganannya. Sudah ditangani juga di tingkat Kotamadya langsung," kata Reynold.  (*)