Notification

×

Mabuk saat Menganiaya? Ada Botol Miras Dalam Rubicon Dipakai Anak Eks Pejabat Pajak

27 February 2023 | 4:26 PM WIB Last Updated 2023-03-02T04:25:48Z

Mobil Jeep Rubicon hitam yang dikendarai tersangka kasus penganiayaan, Mario Dandy Satriyo,  (Foto: Istimewa)


JAKARTA - Mobil Jeep Rubicon hitam yang dikendarai tersangka kasus penganiayaan, Mario Dandy Satriyo, tampak terparkir di Polres Jakarta Selatan. Senin (27/2/2023) siang. 


Dari pantauan sekitar pukul 14.00 WIB, ada beberapa barang yang tertinggal di dalam mobil.


Wartawan Tempo melihat baju putih yang diletakkan di jok belakang, botol minum, dan tempat makan hijau.


Ada juga kardus kecil di atas dashboard mobil dan nota transaksi e-money senilai Rp 29 ribu. 


Satu barang lagi yang tak luput dari pandangan adalah botol minuman keras (miras) merek Ice Land. Minuman di dalamnya tak terisi penuh, masih ada sisa kira-kira 3/4.


Kondisi mobil Jeep Rubicon Mario Dandy Satriyo yang terparkir di Polres Jakarta Selatan. Ada minuman keras merek ice land di dalam mobil. (Foto: Tempo)

Kepala Seksi Humas Polres Jakarta Selatan Ajun Komisaris Polisi Nurma Dewi belum memberi informasi perihal keberadaan botol miras di dalam mobil berpelat nomor asli B 2571 PBP itu.


Sebelumnya, Polres Jakarta Selatan menyita Jeep Rubicon dengan pelat nomor polisi B 120 DEN, pasca insiden penganiayaan terhadap anak pengurus GP Ansor berinisial D (17 tahun).


Polisi kemudian menemukan pelat nomor B 2571 PBP di dalam mobil tersebut. 


Pelaku penganiayaan, Mario Dandy (20 tahun), diduga telah memalsukan pelat nomor kendaraan. Sebab, nomor polisi yang tertera dalam surat tanda nomor kendaraan (STNK) adalah B 2571 PBP.


"Untuk menghindari tilang elektronik katanya," kata Nurma Dewi kepada wartawan di Jakarta, Jumat, 24 Februari 2023.


Siang ini beberapa orang memotret mobil milik bekas pejabat Direktorat Jenderal Pajak alias Ditjen Pajak, Rafael Alun Trisambodo, itu. Rafael adalah ayah Mario Dandy. 


Bahkan, ada salah satu warga yang ingin foto bareng mobil mewah tersebut. 


“Tolong fotokan, kapan lagi foto sama mobil rakyat,” kata salah satu warga yang berada di Polres Metro Jakarta Selatan. (*)