Notification

×

Orangtua Mahasiswa Sanggup Rp 200 Juta dari Rp 300 Juta yang Diajukan Pejabat Unila

16 February 2023 | 8:41 PM WIB Last Updated 2023-02-21T02:09:09Z
 Sidang kasus suap penerimaan mahasiswa baru (PMB) Unila, di Pengadilan Tipikor Tanjung Karang, Kamis (16/2/2023). (Foto: Istimewa)

BANDAR LAMPUNG - Orangtua calon mahasiswa sempat menawar nominal uang 'infak' sebagai syarat kelulusan ke Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Lampung (Unila).  


Anita, orangtua calon mahasiswa berinisial CAL, mengaku hanya punya Rp 200 juta dari Rp 300 juta yang diajukan Kepala Biro Perencanaan dan Humas (Kabiro Humas) Unila Budi Sutomo. 


"Saya bilang, kalau Rp 300 juta nggak ada, tapi kalau Rp 200 juta saya ada dan siap menyumbang," kata Anita, saat bersaksi dalam sidang kasus suap penerimaan mahasiswa baru (PMB) Unila, di Pengadilan Tipikor Tanjung Karang, Kamis (16/2/2023).


"Saya nggak janji, Bu, nanti saya tanya beliau dahulu," kata Anita menirukan jawaban Budi Sutomo. 


Diksi 'beliau diduga merujuk kepada terdakwa eks Rektor Unila, Karomani. 


"Saya nggak tau siapa 'beliau' itu, dia (Budi Sutomo) nggak bilang apa-apa," kata Anita, dilansir Kompas.com.


Setelah pengumuman kelulusan ujian mandiri, Anita dihubungi Ema yang mengatakan Budi Sutomo menagih uang 'infak; sebesar Rp 200 juta yang telah disepakati. 


Kesepakatan tersebut terjadi saat Anita bersama Ema Misriani (saksi lainnya) dan Budi bertemu di gerai Dunkin' Donuts, Jalan ZA Pagar Alam, Bandar Lampung. 


Sebelumnya Anita mengaku sempat mencari tahu bagaimana agar putrinya bisa masuk FK Unila. Dia lalu menghubungi Ema Misriani terkait hal tersebut.


"Saya hubungi Bu Ema, curhat supaya bagaimana anak saya bisa masuk Kedokteran Unila," kata Anita. 


Melalui Ema juga Anita mengetahui bahwa dia bisa dihubungkan dengan Kepala Biro Perencanaan dan Humas (Kabiro Humas) Unila Budi Sutomo. 


Sambil mengobrol santai, ketika itu Budi mengatakan, apakah Anita bisa menyumbang uang "infak" untuk pembangunan gedung Lampung Nahdiyin Center (LNC) sebesar Rp 300 juta. 


Dalam sidang, Anita juga mengaku putrinya sudah diterima di FK Universitas Diponegoro (Undip) melalui jalur SBMPTN (jalur reguler). 


"Iya, Pak, sudah diterima di Kedokteran Undip," kata Anita. 


Namun Anita tidak menjelaskan lebih rinci alasan memilih FK Unila dibanding FK Undip. 


Dia hanya meminta putrinya menahan dan menunda pendaftaran sebelum kepastian diterima di FK Unila.


"Tunggu (pengumuman) di Unila," kata Anita. (*)