Notification

×

Polres Lampung Tengah Bongkar Jaringan Eksploitasi Seksual Anak SD via Grup WhatsApp

04 February 2023 | 8:32 PM WIB Last Updated 2023-02-11T08:44:49Z
 Pelaku inisial RB (30), warga Lahat ,Sumatera Selatan (Foto: Istimewa)

LAMPUNG TENGAH - Aparat Satuan Reskrim Polres Lampung Tengah membongkar jaringan eksploitasi seksual anak.


Puluhan anak perempuan di bawah umur tersebut dimasukkan ke dalam grup WhatsApp oleh pelaku inisial RB (30), warga Lahat ,Sumatera Selatan.


Modus pelaku yakni dengan cara melakukan panggilan vidio call dengan para korban sambil menunjukkan alat kelamin.


"Keberadaan grup WhatsApp tersebut terungkap saat polisi menerima laporan dari orangtua siswa SDN 2 Bandar Agung pada Oktober 2022," ujar Kepala Satreskrim Polres Lampung Tengah, AKP Edi Qorinas, Sabtu (4/2/2023).


Ketika itu orangtua siswa kelas VI SD tersebut mendapati putrinya dihubungi seseorang yang tidak dikenal dan mengajak video call seks (VCS).


"Kita kemudian berkoordinasi dengan pihak sekolah, bahwa nomor ponsel korban ada di dalam sebuah grup WhatsApp yang mencurigakan," kata Edi, dilansir mediapolri.id.


Dari hasil penelusuran polisi, nomor korban ada di dalam grup WhatsApp itu bersama 22 akun anak perempuan lainnya.


Edi mengaku belum bisa menyebutkan nama grup WhatsApp tersebut karena masih dalam penyelidikan.


"Yang jelas, akun 22 anak perempuan di dalam grup WhatsApp itu sebagian besar masih siswi sekolah dasar," kata Edi.


Kepala SDN 2 Bandar Agung Ahmad Nasikun membenarkan adanya grup WhatsApp yang meresahkan itu.


Menurut Ahmad, dari hasil koordinasi dengan kepolisian setidaknya ada 12 akun WhatsApp milik siswinya yang kelas VI ada di dalam grup itu.


"Iya benar, ada 12 nomor yang setelah dicocokkan ternyata milik siswi sekolah kami," kata Ahmad.


Ke-12 siswi itu berinisial IC, AN, KI, NA, TI, KA, RV, KN, SN, OC, ND dan BE.


Ahmad berterima kasih kepada Satreskrim Polres Lampung Tengah yang sudah mengungkap kasus ini.


"Mohon pelaku dihukum seberat-beratnya sesuai dengan hukum yang berlaku, karena telah mempertontonkan hal hal yang bermuatan keasusilaan terhadap anak-anak SD yang masih di bawah umur," kata Ahmad.


Kapolres Lampung Tengah, AKBP Doffie Fahlevi Sanjaya menghimbau kepada seluruh orangtua siswa untuk mengawasi gawai anak masing-masing.


"Diharapkan orangtua waspada, karena konten pornografi sekarang ini sangat mudah menjangkau anak-anak," kata dia.


Orangtua harus menjadi tameng pertama dalam memberikan pengertian dan perlindungan atas muatan negatif tersebut. (*)