![]() |
| Plt Dirjen Dikti, Nizam (Foto: Istimewa) |
BANDAR LAMPUNG - Wakil Ketua MUI, KH Marsudi Syuhud, disebut menitipkan 24 mahasiswa di enam Perguruan Tinggi Negeri (PTN) se-Indonesia pada 2021.
Namanya muncul dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Plt Dirjen Dikti, Nizam yang dihadirkan menjadi saksi sidang lanjutan kasus suap PMB Jalur Mandiri Unila di PN Tanjung Karang, Selasa (31/1/2023).
Keenam Perguruan Tinggi tersebut yakni Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya, Universitas Jember, Universitas Jendral Soedirman, UIN Malang serta Institut Teknologi 10 November.
BAP Nizam ditampilkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK setelah Ketua Majelis Hakim, Lingga Setiawan memintanya, saat Nizam memberikan kesaksian.
"Coba ditampilkan itu (BAP), memang ini tidak ada kaitan dengan dakwaan. Tapi ada kepentingan publik di sini," ujar Lingga.
Menurutnya, persidangan termasuk mendidik publik, makanya terbuka untuk umum. Meskipun kadang berbenturan dengan Pasal 144 KUHAP.
"Kadang-kadang keterangan saksi yang dipublikasi itu mempengaruhi saksi-saksi lainnya. Tapi ini karena untuk kepentingan publik, saya harus tanya ini," kata Lingga, dilansir detikcom.
Dalam persidangan ini, Nizam juga mengakui bahwa dirinya memang pernah mendapatkan titipan mahasiswa.
"Iya pernah, saat menjabat sebagai Plt Dirjen Dikti," jawab Nizam.
Usai persidangan, Nizam mengaku sekian banyak titipan yang diberikan KH Marsudi Syuhud, terkait data-data nama mahasiswa itu dimuat dalam satu map saat kali pertama bertemu.
"Saya lupa kapan persisnya kapan pertemuan itu, tapi dititipkan di satu map," katanya.
Nizam juga mengungkapkan jika dari sekian banyak titipan Marsudi Syuhud, tidak ada yang ditindaklanjuti.
Berikut nama-nama mahasiswa titipan KH Marsudi Syuhud di enam Perguruan Tinggi di Indonesia yang disebut dalam persidangan:
1. DR, Hubungan Internasional (pilihan 1) Universitas Brawijaya, SBMPTN 2021.
2. NS, Kedokteran (pilihan 1) Universitas Airlangga, SBMPTN 2021.
3. FM, Kedokteran (pilihan 1) Universitas Airlangga, SBMPTN 2021.
4. AM, Kedokteran (pilihan 1) Universitas Airlangga, SBMPTN 2021.
5. AI, Kedokteran (pilihan 1) Universitas Airlangga, SBMPTN 2021.
6. YA, Kedokteran (pilihan 1) Universitas Airlangga, SBMPTN 2021.
7. NH, Kedokteran (pilihan 1) Universitas Airlangga, SBMPTN 2021.
8. AL, Kedokteran (pilihan 1) Universitas Airlangga, SBMPTN 2021.
9. AF, Kedokteran (pilihan 1) Universitas Airlangga, SBMPTN 2021.
10. MR, Kedokteran (pilihan 1) Universitas Brawijaya, SBMPTN 2021.
11. TS, Kedokteran (pilihan 1) Universitas Brawijaya, SBMPTN 2021.
12. AR, Kedokteran (pilihan 1) Universitas Brawijaya, SBMPTN 2021.
13. RP, Kedokteran (pilihan 2) Universitas Brawijaya, SBMPTN 2021.
14. AA, Kedokteran (pilihan 2) Universitas Brawijaya, SBMPTN 2021.
15. MK, Pendidikan Dokter (pilihan 1) Universitas Jember, SBMPTN 2021.
16. CS, Pendidikan Dokter (pilihan 1) Universitas Jember, SBMPTN 2021.
17. AI, Pendidikan Dokter (pilihan 1) Universitas Jember, SBMPTN 2021.
18. AS, Pendidikan Dokter (pilihan 2) Universitas Jember, SBMPTN 2021.
19. KH, Pendidikan Dokter (pilihan 1) Universitas Jenderal Soedirman, SBMPTN 2021.
20. SA, Pendidikan Dokter (pilihan 1) Universitas Islam Negeri Malang, SBMPTN 2021.
21. AD, Pendidikan Dokter Gigi (pilihan 2) Universitas Brawijaya, SBMPTN 2021.
22. AN, Manajemen (pilihan 1) Universitas Airlangga, SBMPTN 2021.
23. SK, Arsitektur (pilihan 1) Institut Teknologi Sepuluh November, SBMPTN 2021.
24. MR, Kedokteran (pilihan 1) Universitas Brawijaya, SBMPTN 2021.
Hakim Terkejut
Hakim Lingga yang memimpin sidang terkejut dengan banyaknya mahasiswa yang menjadi titipan petinggi PBNU, KH Marsudi Syuhud.
Momen ketidakpercayaan Lingga terekam ketika BAP Plt. Dirjen Dikti Nizam ditampilkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK.
"Itu ada Muhammad Nur Purnamasidi, anggota Banggar Komisi X DPR RI. Ada Marsudi Syuhud Ketua PBNU (saat itu)," kata dia.
"Nah, NU semua," kata Lingga dengan mimik wajah terkejut.
Selain nama KH Marsudi Syuhud, pada sidang sebelumnya ada nama eks Ketum PBNU Syaid Aqil Siradj juga muncul dalam persidangan yang disebut menerima 'uang amplop' sebesar Rp 30 Juta.
Selain menitipkan mahasiswa, sejumlah warga NU juga disebut memberikan 'infal' untuk pembangunan Gedung Lampung Nahyidin Center (LNC)
Berikut nama-nama warga Nahdlatul Ulama yang memberikan infaq pembangunan Gedung LNC.
1. Prof Mukri sebesar Rp. 400 juta
2. Prof Asep Sukohar sebesar Rp. 200 Juta
3. Lusi sebasar Rp. 150 Juta
4. Dosen-dosen sebesar Rp. 450 Juta
5. Karomani sebesar Rp. 300 juta
6. Muhartono sebesar Rp. 100 Juta
7. Dekan FISIP sebesar Rp. 100 Juta
8. Dekan MIPA sebesar Rp. 100 Juta
9. Dekan Hukum sebesar Rp. 100 Juta
10. Bupati Lampung Timur Dawam Rahardjo sebesar Rp. 100 Juta
11. Tanggamus sebesar Rp. 100 Juta
12. Rudi sebesar Rp. 50 Juta (*)
