Notification

×

Staf Ahli Pemkot Bandar Lampung Sekaligus Dosen Unila Jadi Penghubung Titip Anak Kenalan Herman HN

28 February 2023 | 9:47 PM WIB Last Updated 2023-03-02T04:25:47Z

Para saksi sidang suap PMB Unila, Selasa (28/2/2023). (Foto: Istimewa)


BANDAR LAMPUNG - Mantan Wali Kota Bandar Lampung Herman HN memanggil staf ahli pemerintah kota, untuk menitipkan anak kenalannya masuk Fakultas Kedokteran Universitas Lampung (FK Unila).


Keterangan ini diketahui saat jaksa penuntut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan honorer Satpol PP Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung, Yayan Saputra.


Dalam sidang di Pengadilan Tipikor Tanjung Karang, Selasa (28/2/2023) saksi Yayan mengakui staf ahli Pemkot Bandar Lampung berinisial YUS itu juga bekerja sebagai dosen di Unila.


YUS menjadi penghubung dengan Budi Sutomo (Kabiro Humas Unila) untuk memasukkan MH, putri dari Marzani (anggota DPRD Tulang Bawang Barat) ke FK Unila.


Yayan yang juga ajudan Herman HN ini mengungkapkan mulanya dia dihubungi Marzani yang mengaku ingin bertemu dengan Herman HN.


"Sebelum ujian SNMPTN, Pak," kata Yayan.


Marzani lalu datang ke rumah pribadi Herman HN dan meminta tolong agar MH bisa lulus di FK Unila.


Yayan mengatakan mulanya Herman HN mengatakan tidak bisa membantu. Bahkan Herman HN berkali-kali menolak permohonan Marzani itu.


"Enggak bisa (bantu), enggak bisa," kata Yayan menirukan ucapan Herman HN, dilansir Kompas.com.


Marzani lalu mengatakan agar Herman HN menghubungi Budi Sutomo. Tetapi Herman HN kembali menolak karena tidak mengenal Budi Sutomo.


"Saya kenalnya staf (Staf Ahli Pemkot Bandar Lampung sekaligus Dosen Unila), namanya YUS. Coba saya tanya dia (YUS)," ujar Herman HN, seperti ditirukan Yayan.


Yayan lalu menghubungi YUS atas perintah Herman HN dan bertanya apakah YUS mengenal Budi Sutomo.


Lalu keesokan harinya YUS datang bersama Budi Sutomo untuk membicarakan titipan Marzani itu.


Dalam perjalanannya, disepakati Marzani menyanggupi memberikan uang penitipan sebagaimana dikatakan Budi Sutomo.


"Enggak ada komunikasi dengan Pak Karomani, komunikasi dengan Pak Budi," kata Yayan.


Uang yang disebut sumbangan pembangunan masjid itu lalu diserahkan kepada Budi oleh Saprodi (suruhan Marzani) di rumah makan Padang di Bandar Lampung.


"Saya enggak tahu jumlahnya, ada di kantung plastik seukuran tempat tisu," kata Yayan. (*)