![]() |
| Irjen Teddy Minahasa (Foto: Kolase/Istimewa) |
JAKARTA - Asisten Eks Kapolres Bukittinggi AKBP Dody Prawiranegara, Syamsul Ma'arif alias Arif menuruti perintah Dody untuk menukar lima kilogram sabu dengan tawas.
Arif menyatakan melakukan hal itu karena pimpinannya sudah memohon.
"Dia (Dody) memohon, saya bingung juga," ujar Arif kepada Majelis Hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Kamis, 23 Februari 2023.
Dia mengaku sudah mengenal Dody 14 tahun dan menemani Dody saat jadi Kapolres Mentawai.
Salah satu keahliannya adalah memasak dan menyiapkan makan siang dan malam untuk sang kapolres.
Arif mengklaim sudah menasihati Dody agar tidak menaati perintah eks Kapolda Sumatera Barat Inspektur Jenderal Teddy Minahasa Putra.
Jenderal bintang dua itu diduga awalnya memerintahkan untuk menyisihkan 10 kilogram sabu.
Hakim Ketua Jon Sarman Saragih juga telah bertanya kepada Arif soal perbuatan terlarang ini.
Dia menjawab bahwa pernah menasihati agar jangan menuruti perintah yang salah.
"Saya sudah berusaha menasihati, mencegahnya sudah berkali-kali," kata Arif, dilansir Tempo.
Dia menyatakan telah melihat percakapan antara Dody dan Teddy melalui handphone milik Dody.
Pembicaraan itu melalui WhatsApp dan disebut ada soal perintah menukar sabu dengan tawas.
Dody perlihatkan foto profil Teddy Minahasa hormat Jokowi
Awalnya dia sempat ragu bahwa itu bukan Teddy Minahasa yang sebenarnya. Lalu Dody memperlihatkan foto profil Teddy yang sedang hormat kepada Presiden Joko Widodo alias Jokowi.
"Saya katakan lagi 'Masa iya bang?' Marah dia (Dody), nadanya agak tinggi. Dia bilang 'Ya ini dipake buat grup kapolres kok', ya saya diam," tutur Arif.
Asisten Dody itu menyatakan telah menukar lima kilogram sabu dengan tawas seorang diri di rumah dinas Kapolres Bukittinggi. Dia tinggal bersama Dody dengan kamar yang berbeda.
Jumlah itu selisih dari 41,4 kilogram barang bukti yang diungkap oleh Polres Bukittinggi pada Mei 2022.
Namun akhirnya Arif dan Dody mengantarkan sabu via jalur darat dengan mengendara Suzuki Jimny. (*)
