![]() |
| Hengki Haryadi (tengah). | istimewa |
LAMPUNG TIMUR - Ternyata, kabar tentang praktik ilmu kebatinan yang dimiliki para begal, bukan isapan jempol belaka. Video penggerebekan seorang pembegal oleh Kepolisian Resort Jakarta Barat yang didapat memperlihatkan hal itu.
“Dedengkot begal itu bisa menghilang. Loncat-loncat dari satu rumah ke rumah yang lain,” ujar Kepala Kepolisian Resort Pelabuhan Tanjung Priok, Ajun Komisaris Besar Hengki Haryadi, beberapa waktu lalu, seperti dilansir Tempo, Selasa (10/3/2015).
Penangkapan itu terjadi pada pertengahan 2014 lalu. Saat itu Hengki yang menjabat sebagai Kepala Satuan Reserse Kriminal Umum Polres Jakarta Barat, memimpin penyerbuan ke Desa Negara Saka, Jabung, Lampung Timur. Targetnya seorang begal yang kerap beraksi di kawasan Jakarta Barat bernama Marhasan, yang dikenal sebagai begal tidak ragu melukai dan menembak korbannya bila dalam keadaan terdesak.
Rumah Marhasan terletak tak jauh dari gerbang Desa Negara Saka. Operasi sapu begal itu dilakukan waktu subuh sekitar pukul 04.00, ketika matahari belum terbit. Puluhan anggota polisi menggunakan rompi anti peluru dan helm, lengkap dengan senjata laras panjang, langsung mengepung sekeliling rumah.
Dua orang polisi berjaga di pintu masuk dan langsung mengetuk pintu rumah, yang dindingnya hanya diselimuti plesteran semen halus tanpa cat itu. Seorang perempuan yang hanya mengenakan kain sedada menyambut mereka.
“Langsung kami amankan perempuan itu. Kalau tidak, bisa teriak-teriak sambil telanjang dia,” " kata Hengki.
Bergerak ke dalam rumah, tiga buah motor hasil curian begal pelaku Marhasan terparkir rapi di bagian belakang rumah. Namun, Marhasan rupanya sudah bersembunyi di atap rumah yang terbuat dari geribik bambu. Perintah polisi agar dia turun dan menyerahkan diri tak digubrisnya. Bujukan sang istri juga tak didengar. Polisi sempat panik ketika mendadak pria itu menghilang dari atap rumahnya. Belasan polisi itu berhamburan keluar rumah sambil mencari-cari kemana target operasinya.
Tiba-tiba muncul suara gemuruh di rumah sebelah. Atap rumah yang terbuat dari asbes rusak seperti habis diterjang meteor. Puluhan polisi itu pun langsung meminta pemilik rumah keluar dan menyerbu ke dalam rumah. Namun, lagi-lagi Marhasan menghilang dari atap rumah tetangganya itu.
Namun, entah ilmunya belum sempurna atau bagaimana, lelaki bergelar Minak Rajo Umar itu muncul di atap rumah lain di sebelahnya. Sambil telanjang bulat, begal yang kerap beraksi di kawasan Jakarta Barat itu pun terlihat seperti seekor kucing yang merayap di genteng.
Tak mau kembali kehilangan buruannya, puluhan polisi yang berada di luar langsung melepaskan tembakan dan 'bruk', dedengkot begal itu tersungkur di atas atap kediaman tetangganya. Terjangan peluru polisi pun akhirnya menewaskan Marhasan.
Wartawan sempat menghampiri kediaman Marhasan ketika menyusuri Jabung dua pekan lalu. Deretan rumah Marhasan dan dua rumah lainnya yang menjadi tempat penangkapan, masih berdiri seperti yang terlihat dalam video itu. Hanya saja, kediaman Marhasan terlihat tertutup rapat.
“Sejak kejadian itu, istrinya kembali ke rumah orang tuanya di Desa Tanjung Aji,” ujar seorang warga yang menemani wartawan berkeliling. (*)
