![]() |
| ilustrasi |
BANDAR LAMPUNG - Peristiwa langka gerhana bulan yang merupakan tanda kebesaran Allah SWT, Tuhan yang Maha Esa, pada Sabtu (4/4/2015) malam di Lampung, khususnya di ibukota provinsi tersebut, Bandar Lampung, disambut sejumlah umat muslim dengan menggelar shalat gerhana setelah shalat Maghrib.
Seperti terlihat di Masjid Al Anshor, Kecamatan Kemiling, Bandar Lampung. Persiapan shalat gerhana juga digelar umat Islam di beberapa masjid di Kota Bandar Lampung, mulai dari usai waktu Maghrib hingga selesai Isya. Takmir masjid sudah mengajak umat Muslim mengikuti shalat gerhana secara berjamaah. Setelah shalat gerhana, jamaah laki-laki dan perempuan mendengarkan khutbah imam dengan khusyuk.
Imam shalat gerhana di Masjid Jami' Al Anshor, Kemiling, Komaruzzaman, dalam khutbahnya mengatakan, setelah Nabi Muhammad SAW berhijrah, baru terjadi sekali dalam 10 tahun gerhana.
"Setelah hijrah Nabi SAW, hanya terjadi satu kali gerhana. Sekarang ini, kejadian gerhana matahari atau bulan sudah sering terjadi. Untuk itu, gerhana menjadi sebab tanda dekatnya hari kiamat," jelasnya. Namun ia menyesalkan sebagian orang menyangka peristiwa gerhana bulan atau matahari, hanya sebagai gejala alam.
"Ini adalah pendapat orang yang bersifat khurofat, padahal Nabi SAW menyuruh kita untuk shalat gerhana," tambah Komaruzzaman, seperti dilansir Republika.
Pelaksanaan shalat gerhana, sesuai dengan tuntunan Nabi digelar secara berjamaah sebanyak dua rakaat, dua rukuk, dengan bacaan ayat Alquran yang panjang setiap rakaatnya. Setelah salam dilanjutkan dengan khutbah oleh imam shalat dan berdoa. (*)
