Notification

×

Musim Timur, Tangkapan Nelayan Lampung Timur Berkurang

05 April 2015 | 6:47 AM WIB Last Updated 2015-04-04T23:50:14Z

LAMPUNG TIMUR - Memasuki musim timur yang akan berlangsung pada awal bulan Mei mendatang, para nelayan di Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung mengeluhkan mulai berkurang hasil tangkapan mereka. Menurut seorang nelayan, saat memasuki musim timur memang hasil tangkapan nelayan biasanya berkurang drastis.

"Hasil tangkapan kepiting rajungan mulai berkurang, disebabkan mulai memasuki musim timur," jelas nelayan rajungan di Desa Margasari, Lampung Timur,  Sibad, saat diwawancarai wartawan, Sabtu (4/4/2015).

Ia menyatakan di musim barat atau musim semua jenis hasil laut bisa didapatkan biasanya hasil tangkapan nelayan cukup banyak. Nelayan yang menangkap kepiting rajungan di musim barat itu bisa mencapai 30 kgsekali melaut.

"Minimal dapat 10 kilogram, kalau pas tidak beruntung," terang Sibad. Namun berbeda saat memasuki musim timur, biasanya nelayan hanya bisa mendapatkan 5 kg hingga 10 kg sekali melaut. Ia menyebutkan harga kepiting rajungan saat ini Rp40.000 per kg.

"Kepiting rajungan dihargai Rp40.000 per kg dari para tengkulak, dan biaya operasional nelayan kecil sekali melaut Rp200.000," ujar Sibad. Menurut dia, harga tersebut tidak sebanding dengan biaya operasional dan biaya hidup sehari hari yang harus dikeluarkan.

Sebagai nelayan kecil, ia hanya berharap pemerintah bisa mengatur sistem harga hasil tangkapan nelayan agar bisa sesuai dengan kebutuhan hidup sehari-hari yang semakin melambung. Selain itu, ia juga menyebutkan kendala yang dihadapi para nelayan di Desa Margasari.

"Para nelayan di sini masih membeli solar di para pedagang, karena SPBU nelayan yang ada di Desa Margasari tidak beroperasi," kata Sibad, seperti dilansir Ciputranews.


Seorang pedagang ikan teri rebus di Desa Margasari yang biasa mengolah hasil tangkapan nelayan, Ervan (35) menyebutkan, memasuki musim timur ini ternyata hasil tangkapan para nelayan ikan teri juga mengalami penurunan. (*)