![]() |
| ilustrasi |
LAMPUNG - Pengawasan pelaksanaan ujian nasional (UN) siswa SMA sederajat hari kedua di Kota Bandar Lampung, Selasa (14/5/2015), lebih diperketat. Itu setelah pada UN hari pertama, Senin (13/4/2015) lalu, sempat ditemukan adanya kertas yang diduga kunci jawaban, pada salah satu sekolah swasta di kota ini.
Pelaksanaan UN hari kedua di SMA Negeri 1 Kota Bandar Lampung, terlihat pengawasan dijalankan sangat ketat, dengan setiap siswa diperiksa terlebih dahulu saat ingin masuk ruangan ujian. Setiap siswa juga dipantau dengan CCTV, sehingga sulit untuk melihat pekerjaan rekannya atau mencontek. Para siswa peserta UN itu dituntut untuk lebih percaya diri dalam mengerjakan ujiannya.
Ketua Pelaksana UN setempat, Nurul Sofian mengatakan bahwa siswa kelas 12 di SMAN 1 Bandar Lampung selain telah dibekali dengan latihan menjawab materi ujian sekolah, pihaknya juga menekankan pentingnya rasa percaya diri agar siswa tidak terpengaruh dengan jawaban rekannya.
"Kami sudah mempersiapkan siswa sejak jauh hari, sehingga dapat memperkuat rasa percaya diri mereka. Siswa yang mengikuti UN tahun ini sebanyak 237 orang, pada hari kedua dengan mengujikan mata pelajaran Matematika dan Biologi (Jurusan IPA) serta Sosiologi (Jurusan IPS)," jelasnya.
Ia mengharapkan, siswa peserta UN itu dapat mengerjakan dengan rasa percaya diri penuh serta lulus dengan nilai yang sangat memuaskan.
Sebelumnya, pada hari pertama UN tahun 2015 di Kota Bandar Lampung berjalan kondusif. Namun sedikit ternodai dengan ditemukan secarik kertas, yang diduga merupakan kunci jawaban UN mata pelajaran yang diujikan di SMA Utama 2 Bandar Lampung. .
Kondisi kertas putih itu nampak sudah lusuh dan tergeletak begitu saja di luar ruang ujian. Beberapa kertas yang sama juga terlihat dibuang di kotak sampah.
Namun, Kepala SMA Utama 2, Suyitno, menegaskan bahwa pelaksanaan UN di sekolah yang dipimpinnya berlangsung kondusif. "Semuanya lancar-lancar saja. Kami juga tidak mengalami kekurangan soal, pelaksanaannya juga tertib," ujarnya, seperti dilansir Ciputranews.
Menanggapi dugaan adanya bocoran kunci jawaban yang dipegang siswa, pihaknya berkilah itu hanya kertas rangkuman biasa.Mungkin itu kertas ringkasan pelajaran, menurutnya, semua orang pasti punya kertas rangkuman.
"Saya pastikan tidak ada kecurangan. Semoga saja kertas rangkuman tersebut tidak digunakan pada saat ujian," harapnya.(*)
