Notification

×

Main di Sungai, Anak 10 Tahun di Bandar Lampung Hanyut

16 April 2015 | 11:27 AM WIB Last Updated 2015-04-20T11:44:39Z

BANDAR LAMPUNG - Hingga kini, Fajri, seorang anak berusia 10 tahun warga Kelurahan Kali Balau Kencana, Kecamatan Kedamaian, Bandar Lampung, yang hanyut terbawa arus sungai yang cukup deras, Rabu (15/4/2015) sore, belum ditemukan.

Pagi ini, sejumlah personel baik dari polisi, Basarnas, TNI hingga anggota RAPI mulai mencari bocah bernama M Fajri, yang dikabarkan tenggelam semalam. Petugas mencari jejak Fajri di sungai Kuala, Kecamatan Panjang.

"Iya, bapak-bapak ini datang dengan berpakaian dan peralatan lengkap sekitar 15 menit yang lalu di sungai Kuala ini. Katanya sih mencari anak yang hilang dari semalam," kata Desta salah satu warga yang melihat proses evakuasi, Kamis (16/2015)

Kapolresta Bandar Lampung Kombes Dwi Irianto pagi ini juga meninjau proses pencarian M Fajri bocah yang hanyut semalam. Saat datang di lokasi, Dwi pun dengan sigap meminta personelnya cekatan dalam mengevakuasi jasad Fajri.

Sebanyak 45 personel dari Sabhara Polresta Bandar Lampung diterjunkan dalam proses pencarian Fajri yang semalam hanyut dibawa arus sungai Batang Asahan Kedamaian. "Kita semalam sampai jam 01.00 WIB mencari jasad Fajri, tapi karena tidak ketemu kita lanjutkan hari ini," kata Kasat Sabhara Polresta Bandar Lampung Kompol Irawan.

Hingga kini petugas dari Basarnas Lampung mencari jasad bocah berumur 10 tahun tersebut di Sungai Kuala. Dalam proses evakuasi yang dilakukan tim Basarnas Lampung, Kepala Basarnas, Retno Budiharto menerangkan, sebanyak 9 personel diterjunkan dalam mencari jasad M Fajri tersebut.

"Mereka menelusuri semua lini sungai kuala ini dan berharap jasad tersebut diketemukan," ujar Retno.

Sebelumnya, Fajri, bocah 10 tahun warga Kelurahan Kalibalau Kencana, Kecamatan Kedamaian Bandar Lampung hanyut terbawa arus sungai yang cukup deras. Kejadian bermula saat korban bersama teman-teman bermain di kali setelah hujan turun, seperti dilansir Tribunlampung.

Menurut kesaksian salah seorang warga Marsonah, Fajri sekitar pukul 16.30 Wib masih kongkow di pinggir kali. Kala itu dia memegang bambu lalu patah, dan kemudian Fajri menghilang. M. Fajri, diketahui anak dari Busro dan Yustina, warga Kecamanatan Kedamaian. Fajri merupakan anak pertama dari tiga beraudara. Keluarga korban histeris.

Keluarga sempat menggelar doa bersama agar korban bisa cepat ditemukan. Kakek korban Ali Akbar mengaku sedih dan sebelumnya tidak memiliki firasat apapun atas kejadian kejadian yang kini menimpa cucunya tersebut. Sementara ibu dan ayah korban belum dapat dikonfirmasi lantaran masih syok dengan kejadian in. Hanya tangisan dan rintihan yang terdengar dari kedua orangtua korban.

Awalnya, Fajri beserta teman sepermainannya berniat untuk bermain sepak bola. Namun niatan tersebut berubah saat mereka berada disungai. Salah satu teman Fajri mengajak untuk berenang di sungai tersebut. Dani, teman sepermainan korban mengakui kalau Fajri sudah diperingatkan untuk tidak berenang. Namun sifatnya yang terbilang 'ngeyel', tidak menghiraukan teguran temannya tersebut.

"Saya peringatkan udahlah jangan renang, bermain yang lain saja," ujar Dani, Rabu. Setelah diperingatkan Fajri sempat melakukan loncatan ke sungai sampai tiga kali.

"Setelah loncatan unuk berenang yang terakhir dia terbawa hanyut dan kami langsung berusaha untuk menolong. Tapi dia audah lagi tidak tertolong," kata Dani.

Selain itu, kata yang aneh yang sempt ia ucapkan kepada teman-temannya saat diperingatkan. Begini kata dia, "Bodo amatlah mau mati, matilah," tiru teman -teman sepermainnnya. (*)