Notification

×

Mengadukan Nasibnya, THL Lampung Justru Dipermalukan Mentan

21 April 2015 | 9:10 PM WIB Last Updated 2015-04-21T14:10:11Z

LAMPUNG - Bukannya memberikan solusi, tapi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat kunjungan ke Lampung, justru cenderung mempermalukan keluhan seorang tenaga harian lepas lapangan (THL) yang 'curhat' soal nasibnya, di depan ratusan petani. Petugas itu mengeluhkan jika dirinya sudah setahun mengabdi, namun belum juga diangkat menjadi tenaga tetap.

"Kami minta nasib THL berubah Pak," kata salah satu petugas di balik kerumunan petani yang bertemu dengan Amran Sulaiman, saat sesi tanya jawab permasalahan pertanian yang melanda di Desa Abung Semuli, Kabupaten Lampung Utara, dalam kunjungannya ke Lampung, Selasa (21/4/2015).

Mendengar perkataan itu Amran langsung memanggil petugas tersebut untuk maju dan mengutarakan masalahnya secara gamblang. Namun sayang, bukan solusi yang didapatkan petugas itu. Dia malah dinasehati di depan ratusan petani yang datang. 

"Bapak ini badannya lebih besar dari saya. Baru juga setahun jadi 'THL' sudah mengeluh," kata Amran. Menurut Mentan, dirinya pernah menjadi 'THL' lebih dari lima tahun, namun dia tidak pernah mengeluh, dan kini malah terpilih jadi menteri. 

"Anda harus mengubah cara berpikir, yang penting sekarang ini kerja dan kerja. Soal nasib itu serahkan pada Tuhan, bukan sama saya," ujar Mentan Amran.

Sementara itu, petani di Lampung Utara yakin mampu memenuhi produksi padi hingga satu juta ton per tahun. Menurut praktisi dari Universitas Lampung (Unila) dari Fakultas Pertanian, Wan Abbas, mulanya dia menolak target yang dianggap memberatkan itu. Namun setelah melihat kinerja Menteri Pertanian yang baru, ia optimistis sebelum tiga tahun target swasembada pangan di Lampung dapat terlaksana. 

"Pak Amran ini cepat kerjanya dan tidak ragu-ragu, permasalahan pertanian seperti alat pertanian dan soal irigasi kalau melihat kinerjanya bisa terselesaikan sebelum tiga tahun. Saya yakin swasembada bisa terlaksana," katanya, seperti dilansir Kompas.

Kedatangan Amran ke Lampung untuk yang ketiga kalinya ini guna meninjau saluran irigasi, yang sebelumnya mendapat proyek perbaikan selain menyerahkan 98 unit hand tracktor dan 1.700 ekor sapi kepada petani. (*)