BANDAR LAMPUNG - Terkait kasus perampokan yang disertai pembunuhan terhadap Suharningsih alias Ningsih (40) warga Jalan Pagar Alam, Griya Sejahtera No.5, Kelurahan Segala Mider, Kecamatan Tanjungkarang Barat, aparat Polresta Bandar Lampung masih meragukan keterangan dua pelaku pembunuh yang merupakan suami-istri, Darwin dan Yunita. Itu karena pembunuhan yang dilakukan kedua tersangka tergolong sadis.
Hal itu diungkapkan Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Dery Agung Wijaya, di Polresta Bandar Lampung, Minggu (5/4/2015). Untuk mengetahui titik terang kasus pembunuhan ini, pihaknya terus melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap kedua pelaku. Menurut Dery, sampai saat ini keterangkan dari kedua tersangka tidak singkron dan berubah-ubah.
“Yang tidak singkron dari cara bertindak dari tindak pidana tersebut, serta ada beberapa alasan yang kurang dapat dimengerti,“ kata Dery.
Dia menerangkan, tersangka mengaku karena sakit hati sehingga merencanakan pembunuhan tersebut. Namun, dengan motif yang sangat sepele hingga mengakibatkan pelaku bertindak begitu sadis itu dipertanyakan.
"Berdasarkan olah TKP bisa dikatakan sadis. Jadi kami masih mendalami motifnya,“ kata Dery, seperti dilansir Lampost. Polisi masih mendalami adanya keterlibatan tersangka lain, maupun motif lain dari perampokan dan pembunuhan yang dilakukan Darwin dan Yunita. Apalagi tersangka Yunita ternyata masih keponakan Muhzan Zein (50) yang merupakan suami korban Ningsih.
Diketahui, pembunuhan terhadap Suharningsih alias Ningsih itu terjadi pada Senin (30/3/2015) siang. Selain membunuh, pelaku juga membawa kabur mobil dan sejumlah barang elektronik. Pelaku yang diketahui adalah suami istri ini tertangkap pada Kamis (2/4/2015) lalu. (*)
