BANDAR LAMPUNG - Polisi melakukan rekonstruksi pembunuhan Suharningsih alias Ningsih (40) di Jalan Griya Sejahtera, Kelurahan Segala Mider, Tanjungkarang Barat, Selasa (14/4/2015). Pembunuhan itu terjadi pada Senin (30/3/2015) lalu. Total sebanyak 43 adegan yang diperagakan di empat lokasi. Rekonstruksi masih akan dilanjutkan di tempat lain.
Salah seorang kerabat Muhzan Zein, suami korban, tampak tak kuasa menahan emosi begitu melihat Yunita Amelia, tersangka pembunuhan Suharningsih, istri Muhzan. Perempuan ini sempat menjambak rambut Yunita saat Yunita sedang dibawa petugas di dalam rumah Muhzan untuk melakukan adega rekonstruksi.
Kerabat Muhzan ini berteriak ke Yunita dan mengeluarkan kata makian. Aparat kepolisian yang menjaga Yunita langsung menarik kerabat Muhzan tersebut dan membawanya keluar dari rumah.
Kerabat Muhzan ini berteriak ke Yunita dan mengeluarkan kata makian. Aparat kepolisian yang menjaga Yunita langsung menarik kerabat Muhzan tersebut dan membawanya keluar dari rumah.
Anak pasangan Muhzan Zein dan Suharningsih bernama Ratu Suzanam, sempat histeris saat melihat adegan rekonstruksi pembunuhan ibunya di rumah. Susan histeris pada saat adegan tersangka Darwin mencekik ibunya memakai linggis.
Pada saat itu, kondisi Suharningsih sudah terjatuh akibat pukula linggis. Melihat adegan itu, Susan langsung berteriak. Susan mengeluarkan kata makian kepada Darwin sebagai luapan emosi. Petugas keamanan lalu membawa Susan keluar dari rumah dan menenangkan Susan, seperti dilansir Tribunlampung.
Pada saat itu, kondisi Suharningsih sudah terjatuh akibat pukula linggis. Melihat adegan itu, Susan langsung berteriak. Susan mengeluarkan kata makian kepada Darwin sebagai luapan emosi. Petugas keamanan lalu membawa Susan keluar dari rumah dan menenangkan Susan, seperti dilansir Tribunlampung.
Masyarakat sekitar lokasi rekonstruksi pembunuhan Suharningsih, menyoraki kedua tersangka pembunuhan saat dua tersangka datang ke lokasi rekonstruksi, Selasa (14/4/2015). Dua tersangka adalah Yunita Amelia dan Darwin. Masyarakat meneriaki kedua tersangka dan mengeluarkan kata cacian kepada kedua tersangka. Polisi pun menjaga ketat kedua tersangka supaya tidak menjadi sasaran kemarahan massa. (*)
