![]() |
| Dery Agung Wijaya (tengah). | ist |
BANDAR LAMPUNG - Terkait laporan warga tentang dugaan beras mengandumg plastik, pihak Polresta Bandar Lampung, Provinsi Lampung, mengirimkan sampel beras tersebut ke Laboratorium Institut Pertanian Bogor (IPB), Sabtu (30/5/2015).
Selain itu, juga berkoordinasi dengan Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) guna mengetahui dan membuktikan adanya kandungan bahan plastik, dalam beras yang sebelumnya diduga telah menyebabkan seorang warga keracunan.
Sebelumnya, Bery (40), warga Kelurahan Pematang Wangi, Kecamatan Tanjung Senang, Bandar Lampung, mendatangi Polsekta Kedaton, guna melaporkan gangguan pencernaan yang dialaminya setelah makan nasi dari beras yang dibeli di warung dekat rumahnya. Dia curiga beras yang sudah dimakannya mengandung plastik, karena nasi yang sudah ditanaknya terasa lengket dan tidak seperti nasi biasanya.
Karena kecurigaan tersebut, Bery kemudian melaporkan kepada salah satu petugas Bhabin Kamtibmas setempat, Selasa (26/5/2015). Mendapat laporan warga tersebut, polisi menyita sampel beras yang diduga plastik dari warung penjual beras itu dan sisa beras yang dikonsumsi Bery. Selanjutnya sampel tersebut dibawa ke Dinas Perdagangan dan BPOM.
“Sampai hari ini, kami belum bisa membuktikan beras itu mengandung plastik atau tidak. Kalau dari hasil pemeriksaan instansi, hasilnya negatif,” kata Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Dery Agung Wijaya, Jumat (29/5/2015).
Lalu, pihaknya mengirimkan sampel beras yang diduga mengandung plastik itu ke Institut Pertanian Bogor (IPB). Hal ini dilakukan untuk memastikan ada atau tidaknya kandungan plastik di dalam beras tersebut, seperti dilansir Sinarharapan.
Selain beras, pihaknya juga mengambil sampel makanan lain yang sudah dimakan oleh korban sebelumnya. Korban yang mengalami keracunan itu tidak hanya makan nasi, tetapi juga makan lauk yakni telur dadar dan sambal ikan pedas. Mengenai berapa lama hasil uji laboratorium, Dery belum bisa memastikan.
“Yang jelas, kita tunggu sajalah nanti dan malam ini petugas berangkat ke IPB dengan membawa sampel beras itu. Kondisi korban sudah membaik setelah sebelumnya beberapa kali buang-buang air besar. Tidak dirawat di rumah sakit tapi di rumahnya saja,” jelas Dery. (*)
