Notification

×

Heboh! 'Polisi' Lampung Tengah Rampok dan Perkosa ABG

11 June 2015 | 7:39 AM WIB Last Updated 2015-06-11T00:39:15Z
ilustrasi

LAMPUNG TENGAH - Warga Lampung Tengah di Provinsi Lampung dalam sepekan ini dihebohkan dengan terjadinya kasus pencurian, sekaligus pemerkosaan terhadap dua anak baru gede (ABG). Pelaku memakai modus yang hampir sama, yaitu menodong korban dan mengajaknya ke tempat sepi lalu diperkosa.

Korban pertama adalah SW, warga Bekri, Lampung Tengah. Awalnya, remaja 15 tahun ini naik motor bersama temannya, Kamis (4/6/2015) malam. Keduanya hendak pulang ke rumah. Namun, mereka disetop oleh seorang pria di jalan Kampung Banyuwangi.

Pria tersebut mengaku anggota kepolisian dan menanyakan surat-surat kendaraan bermotor milik SW. Karena tidak memiliki STNK, pelaku mengajak korban mengikutinya.

Pelaku menggiring korban dengan sepeda motornya melalui jalan irigasi di Kampung Pagi Hayu, Bumiratu Nuban. Pelaku mengajak korban ke arah kebun singkong. Sementara rekan SW ditinggal di pinggir jalan.

Keadaan yang sepi membuat pelaku leluasa merampas ponsel dan memaksa korban melayaninya. Setelah memperkosa SW, pelaku meninggalkan korban begitu saja di tengah kebun singkong.

Korban lainnya, adalah HR, warga Kampung Banjarratu, Way Pengubuan. Remaja 15 tahun ini dicegat pelaku saat mengendarai sepeda motor Honda Beat di jalan umum Kampung Mujirahayu, Seputihagung, Selasa (9/6/2015) siang, seperti dilansir Lampost.

Pelaku pun menanyakan surat-surat kendaraan bermotor milik HR. Pelaku yang mengaku anggota polisi terus mengintrogasi korban dan kemudian memerintahkannya jalan ke arah perkebunan.

Di lokasi tersebut, pelaku merapas dua ponsel dan uang tunai Rp26 ribu. Pelaku juga memaksa korban berhubungan badan.

Kasatreskrim Polres Lamteng AKP Harto Agung Cahyono mengatakan, pihaknya sudah menurunkan tim untuk menyelidiki dua peristiwa pemerkosaan dan perampokan yang menimpa dua remaja. Pihaknya masih terus menyelidiki kasus itu.

Dia belum bisa memastikan pelaku anggota polisi atau hanya oknum yang mengaku aparat. "Mudah-mudahan secepatnya bisa tertangkap. Saya sudah menurunkan tim untuk menyelidiki," kata dia. (*)