LAMPUNG - Selain gula rafinasi, di Lampung Menteri Perindutrian (Menperin) Saleh Husin juga mendorong industri olahan buah nanas PT Great Giant Pineapple di Lampung Tengah, Provinsi Lampung untuk mendongkrak kinerja ekspor. Perusahaan ini dikenal sebagai penghasil produk nanas dalam kaleng ketiga terbesar di dunia.
“Jika dihitung dalam volume produksi yang terintegrasi dengan lahan pertanian nanas milik sendiri, maka menjadi yang terbesar di dunia. Jadi memang sesuai nama perusahaan. Hebat dan meraksasa,” seloroh Saleh di pabrik olahan buah nanas, PT Great Giant Pineapple di Lampung Tengah, Sabtu (27/6/2015).
Menperin berada di Lampung untuk melakukan Safari Ramadan. Ada tiga perusahaan yang berbasis agro yang disambangi Saleh Husin yaitu Sugar Labinta, Great Giant Pineapple dan Sungai Budi Group.
Berkapasitas produksi nanas dalam kaleng sebesar 200.000 ton per tahun, nilai investasi Great Giant Pineapple sebesar Rp 500 miliar serta menyerap tenaga kerja sebanyak 16.000 orang.
"Nilai ekspor kami mencapai USD 220 juta atau lebih dari Rp 2,6 triliun," terang Ruslan Krisno, Direktur Sustainability Great Giant Pineapple.
Dari lahan seluas 33.000 hektar, berhasil diproduksi nanas dalam kaleng, jus serta konsentrat nanas yang telah dipasarkan kelebih dari 60 negara tujuan ekspor di Eropa, Amerika, Timur Tengah, Afrika dan Asia Pasifik, seperti dilansir Detik.
Anggota DPR RI yang turut hadir, Frans Agung Mula Putra mengatakan, keberadaan industri hilir membuktikan Lampung prospektif untuk investasi.
"Apalagi sumber bahan baku berasal dari provinsi ini sehingga memberi nilai tambah dan membuka lapangan kerja bagi warga lokal," ujar wakil rakyat dari Dapil I Lampung ini. (*)
"Apalagi sumber bahan baku berasal dari provinsi ini sehingga memberi nilai tambah dan membuka lapangan kerja bagi warga lokal," ujar wakil rakyat dari Dapil I Lampung ini. (*)