BANDAR LAMPUNG - Warga Kelurahan Way Tataan, Kecamatan Telukbetung Timur, Kota Bandar Lampung, mengeluhkan tidak mengalirnya air bersih dari PDAM Way Rilau milik pemerintah kota tersebut. Kejadian itu sudah berlangsung selama dua bulan terakhir.
"Dari sebelum puasa ini sudah dua bulan enggak mengalir airnya, biasanya juga tidak begini," ujar Dadang Saputra (44), warga Kelurahan Way Tataan, Rabu (8/7/2015).
Dia menuturkan, warga setempat sehari-harinya menggunakan sumber air bersih dari PDAM untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun karena alirannya mati, warga menjadi kekurangan pasokan.
Warga setempat tidak mengetahui penyebab putusnya aliran air PDAM tersebut. Padahal warga tiap bulannya mereka rutin membayar tagihan rekening air bersih.
"Saya juga sudah lapor air mati, terus saya bayar tetap seperti biasa. Sebulan kami bayar Rp80 ribu," ucap Dadang.
Warga lain, Narti (39), juga tetap rutin membayar air tersebut kepada PDAM. "Kami rutin membayar tiap bulan, tapi kok enggak dapat air," ujarnya, seperti dilansir Okezone.
Menanggapi keluhan itu, Direktur Bidang Humas dan Hukum PDAM Way Rilau, Rozy Amri, mengatakan, pihaknya akan mengerahkan petugas untuk memeriksa permasalahan tersebut.
"Nanti kami cek ke lapangan. Selama ini kan distribusi air PDAM lancar. Besok petugas distribusi teknik akan ke lokasi," tuturnya.
Amri menambahkan, pihaknya akan mencarikan solusi penyebab tersendat aliran air di wilayah tersebut. Sebelum lancar kembali, maka air bersih akan dikirim dengan menggunakan mobil. (*)
