Notification

×

BBPBL Lampung Gairahkan Potensi Ikan Hias dan Udang

14 July 2015 | 6:31 AM WIB Last Updated 2015-07-13T23:31:01Z

LAMPUNG - Tak hanya ikan untuk konsumsi pangan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB), juga menggalakkan sektor ikan hias seperti Clown Fish, Blue Devil dan Banggai Cardinal. Hebatnya lagi, salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) DJPB ini, juga tengah membudidayakan udang vaname.

“BBPBL Lampung telah menguasai teknologi Budidaya ikan hias tersebut. Mulai dari pembenihan sampai dengan pembesaran. Kita tidak lagi tergantung dari penangkapan dari alam, sehingga kontinuitas produknya bisa diandalkan dan pasar ikan hias juga masih terbuka lebar. Secara keseluruhan, target produksi ikan hias tahun 2015 mencapai 1,7 miliar ekor,” ungkap Slamet Soebjakto, Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, dalam siaran pers yang diterima, Senin (13/7/2015).

Sementara untuk udang vaname, BBPBL Lampung, sedang mengembangkan Budidayanyadi Karamba Jaring Apung (KJA), sebagai alternative usaha Budidaya ikan di laut dan menjadi sumber penghasilan pembudidaya. 

Terkait dengan hal tersebut, Kepala BBPBL Lampung Tatie Sri Paryanti menyampaikan, saat ini Budidaya udang vaname di KJA cukup menjanjikan hasilnya, seperti dilansir Jitunews

“Dengan penebaran benih tokolan umur 3 minggu, sebanyak 2.500 ekor di KJA ukuran 3 x 3 meter persegi, setelah 3 bulan didapat hasil 25 kg udang vaname size 60. Dengan harga jual udang vaname saat ini yaitu sekira Rp 54.000 per kilogram, pembudidaya sangat kita anjurkan untuk menyiapkan 12 lobang KJA, sehingga penghasilannya mencapai Rp 2,5 juta per bulan,” ujar Tatiek.

Sebagai informasi, Budidaya udang vaname di KJA perlu dikembangkan dengan beberapa perbaikan. Pasalnya, potensi pengembangan Budidaya udang vaname di KJA ini sangat besar. Di mana dengan KJA, Budidaya udang vaname Cukup hemat energi dan lebih tahan terhadap penyakit, sehingga kelulushidupannya bisa mencapai 60–80 persen. (*)