LAMPUNG - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung mencatat nilai ekspor Provinsi Lampung pada Juni 2015 mencapai US$ 302,4 juta atau mengalami penurunan sebesar 5,15 persen, dibandingkan ekspor Mei 2015.
Kepala BPS Provinsi Lampung Adhi Wiriana mengatakan, ekspor pada Januari hingga Juni 2015 berhasil membukukan US$ 1.833,1 juta. Apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu mengalami peningkatan US$ 49,7 juta atau naik sebesar 2,78 persen.
"Lima golongan barang utama ekspor Provinsi Lampung pada Juni 2015 masih sama dengan bulan sebelumnya yaitu lemak dan minyak hewan/nabati, kopi, teh, rempah-rempah, batubara, olahan dari buah-buahan/sayuran, serta bubur kayu/pulp," jelasnya.
Penurunan ekspor di Juni 2015 terhadap Mei 2015 terjadi pada empat golongan barang utama yaitu golongan lemak dan minyak hewan/nabati turun 32,19 persen atau US$ 44,8 juta; bubur kayu/pulp turun 15,16 persen atau US$ 2,7 juta; olahan dari buah-buahan/sayuran juga turun sebesar 0,88 persen (US$ 2 juta), dan batubara yang turun sebesar 0,07 persen (US$ 0,02 juta).
"Sedangkan golongan utama yang mengalami peningkatan yaitu kopi, teh, rempah-rempah naik 65,91 persen persen atau US$ 29,4 juta," ujar Adhi.
Ia menjelaskan kontribusi terbesar terhadap total nilai ekspor Juni 2015 Provinsi Lampung dari lima barang utama adalah lemak dan minyak hewan/nabati; kopi, teh, dan rempah-rempah; batubara; olahan dari buah-buahan/sayuran; serta bubur kayu/pulp.
Kontribusinya masing-masing 31,20 persen, 24,47 persen, 10,18 persen, 6,50 persen dan 5,03 persen. Peranan kelima golongan tersebut mencapai 77,37 persen, seperti dilansir Beritasatu.
Adhi menjelaskan negara utama tujuan ekspor Provinsi Lampung pada Juni 2015 yaitu, ke India yang mencapai US$ 39,9 juta, Tiongkok US$ 35,9 juta, Taiwan US$ 29,4 juta, diikuti Amerika Serikat dan Jepang dengan masing-masing US$ 24,7 juta, dan US$ 20,9 juta.
"Peranan kelimanya mencapai 49,89 persen," tambahnya. (*)
