Notification

×

BPS: Neraca Perdagangan Lampung Juni 2015 Surplus

16 July 2015 | 8:03 PM WIB Last Updated 2015-07-16T13:03:19Z

LAMPUNG - Neraca perdagangan luar negeri Provinsi Lampung pada Juni 2015 mengalami surplus, mengingat nilai ekspor lebih tinggi dibandingkan impor.

"Neraca perdagangan luar negeri Lampung itu surplus sebesar USD92 juta," kata Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Lampung Adhi Wiriana, di Bandar Lampung, Kamis (16/7/2015).

Ia menyebutkan, kondisi seperti ini terjadi di awal triwulan III-2015 ini diharapkan akan menjadi awal yang baik di tengah situasi perekonomian dunia yang kurang menguntungkan.

Adhi menjelaskan, pihaknya mencatat nilai ekspor Provinsi Lampung pada Juni 2015 mencapai USD302,4 juta atau mengalami  penurunan sebesar 5,15 persen, dibandingkan ekspor Mei 2015.

Kepala BPS Provinsi Lampung itu menjelaskan bahwa ekspor pada Januari hingga Juni  2015  berhasil membukukan USD1.833,1 juta. Apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu mengalami peningkatan USD49,7 juta atau naik sebesar 2,78 persen.

Ia menyebutkan lima  golongan barang utama ekspor Provinsi Lampung pada Juni 2015 masih sama  dengan bulan sebelumnya yaitu lemak dan minyak hewan/nabati; kopi, teh, rempah-rempah; batu bara;  olahan dari buah-buahan/sayuran; serta bubur kayu/pulp.

Penurunan ekspor di Juni 2015 terhadap Mei 2015 terjadi pada empat golongan barang utama yaitu golongan lemak dan minyak hewan/nabati turun 32,19 persen atau USD44,8 juta; bubur kayu/pulp turun 15,16 persen atau USD2,7 juta; olahan dari buah-buahan/sayuran juga turun sebesar 0,88 persen (USD2 juta) dan batu bara yang turun sebesar 0,07 persen (USD0,02 juta).

"Negara utama tujuan ekspor Provinsi Lampung pada Juni 2015 yaitu, ke India yang mencapai USD39,9 juta, Tiongkok USD35,9 juta, Taiwan USD29,4 juta, diikuti Amerika Serikat dan Jepang dengan  masing-masing USD24,7 juta dan USD20,9 juta," jelas Adhi, seperti dilansir Metrotvnews.

Sementara nilai impor Provinsi Lampung Juni 2015 mencapai USD209,5 juta atau mengalami penurunan USD8,1 juta (3,70 persen), dibandingkan Mei 2015 sebesar USD217,6 juta. Nilai impor tersebut lebih rendah USD109,1 juta atau 34,24 persen dibanding Juni 2014 yang tercatat USD318,6 juta. (*)