![]() |
| ilustrasi |
LAMPUNG - Keamanan dan kenyamanan penumpang di Terminal Rajabasa Bandar Lampung pada H+3 arus balik Lebaran 1436 Hijriah, terganggu dengan banyaknya calo penumpang. Keberadaan calo itu menganggu kenyamanan pemudik yang ingin naik bus.
"Kenyamanan saya terganggu saat tiba di Terminal Rajabasa, tas saya ditarik-tarik paksa oleh calo untuk naik bus yang tidak saya inginkan," kata Ratih (32) pemudik asal Kabupaten Tanggamus, di Terminal Rajabasa, Bandar Lampung, Senin (20/7/2015).
Dia mengatakan, petugas terminal dan kepolisian cuek dan tidak peduli dengan ulah calo terminal itu.
Ratih yang baru saja turun bus dari Pelabuhan Bakauheni, mengatakan pelayanan mudik tahun ini sangat berbeda dengan tahun sebelumnya yang terlihat rapi dan tertata.
"Tahun lalu penumpang merasa aman dan keamanannya tidak terganggu," kata dia.
Tahun lalu, menurut Ratih, saat baru tiba dari Bakauheni, sudah langsung dikawal oleh pihak kepolisian dan Sat Pol PP. Namun tahun ini sama sekali tidak ada, seperti dilansir Rimanews dari Antara.
Hal senada pun disampaikan pemudik lainnya, yang merasa resah dengan keberadaan para calo.
"Keberadaan calo penumpang dengan sikapnya yang kasar sudah mengganggu kenyamanan kami," kata Saleh (41) yang ingin pulang ke Jakarta.
Sikap kasar para calo juga dirasakan oleh keluarganya. Saat dirinya pergi ke toilet, istrinya ditawari naik bus yang bukan jalur seharusnya dan itu diminta secara paksa.
Senada, Rahmat (27) pemudik yang ingin ke Bogor ini mengatakan, dirinya sempat masuk bus yang tidak sesuai trayek, tapi keluar lagi.
"Saya sudah masuk bus yang bukan trayek yang saya inginkan, tapi saya keluar lagi karena kebetulan barang-barang masih saya pegang," katanya. (*)
