![]() |
| ilustrasi |
LAMPUNG UTARA - Hanya selang sehari sejak kerusuhan di Kabupaten Lampung Timur karena ulah begal yang tewas dimassa di Lampung Selatan, hingga berbuntut meninggalnya seorang sekretaris desa, para bandit motor itu kembali beraksi. Kali ini terjadi di Kabupaten Lampung Utara, Kamis (30/7/2015). Bahkan dua kasus pembegalan terjadi dalam satu hari.
Sekitar pukul 05.00 WIB di Jalan Alamsyah Ratu Perwiranegara, tepatnya di depan diler Mitsubishi Kelapa Tujuh, Kotabumi, Lampung Utara telah terjadi tindak kriminalitas pencurian dengan kekerasan alias pembegalan sepeda motor dengan korban Rohman Habibi (20), warga Jalan Agrona, Stadion Sukung Kelapa Tujuh, Kotabumi.
Kronologis kejadian, menurut Rohman Habibi, saat itu mengendarai sepeda motor Honda Beat BE 4544 JR bersama rekannya Gio (24), dari Desa Cabang Empat, Abung Selatan, Lampung Utara.
"Saya dan kawan saya ditodong dua orang itu pakai pistol, dan mereka sempat menembakkan pistolnya sebanyak dua kali," ujarnya.
Setiba di lokasi kejadian, korban dipepet oleh dua orang pelaku yang mengendarai satu sepeda motor Honda Supra X dan langsung menodong menggunakan senjata api untuk meminta korban menghentikan motornya, seperti dilansir Beritasatu.
Karena takut, korban menghentikan motornya dan membiarkan para pelaku menggasak sepeda motor itu. Pelaku melarikan diri menuju arah kota di Kotabumi.
Berdasarkan pengakuan korban di Markas Polres Lampung Utara, para pelaku keduanya memiliki senjata api dan sempat menembakkan senjata api tersebut sebanyak dua kali ke udara. Korban juga telah melaporkan kejadian tersebut ke markas polres setempat.
Aksi pembegalan juga menimpa warga Jalan Bougenville Kelapa Tujuh, Kotabumi Selatan, dengan korbannya harus mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Umum Ryacudu Kotabumi, karena mengalami luka tembak saat mempertahankan sepeda motornya dari tangan para pelaku begal.
Bahkan para pelaku tidak kenal kompromi dengan menembak Daud (47), guru SD yang berboncengan dengan istrinya saat mengendarai sepeda motor di pusat perkotaan Kotabumi. Kejadian itu pada Kamis (30/7) sekitar pukul 05.00 WIB. (*)
