LAMPUNG ONLINE - Sidang paripurna DPR RI mengesahkan Letjen (Purn) TNI Sutiyoso sebagai Kepala Badan Intelijen Negara (BIN). Usai bersalaman dengan para legislator Senayan, mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengaku pihaknya meminta anggaran hingga Rp10 triliun guna menyokong kerja-kerja intelijen.
"Kalau ditanya idealnya, kita minta Rp10 triliun," beber Sutiyoso kepada awak media, di Gedung DPR, Senayan, Jumat (3/7/2015).
Dana tersebut, lanjut Sutiyoso, merupakan dana operasional setahun. Terlebih pada akhir 2015 mendatang, pemerintah mempunyai hajatan demokrasi melalui gelaran Pilkada serentak, seperti dilansir Okezone.
"Jadi begini, kekuatan BIN jauh dari kebutuhan, apalagi Pilkada serentak diikuti 269 wilayah," imbuhnya.
Adapun proyeksi usai dilantik, mantan Wadanjen Kopassus itu ingin memprioritaskan anggotanya mengisi setiap wilayah di Indonesia. Pasalnya, saat ini, anggota BIN harus meng-cover tiga kabupaten sekaligus.
"Prioritas utama mengisi di daerah, karena saat ini satu anggota megang tiga kabupaten. Makanya saya ingin tambah, kaitannya dengan panglima anggota (BIN) bisa militer atau sipil," pungkasnya. (*)
