Notification

×

Tendang Kaki Imigran, Juru Kamera TV Hungaria Dipecat

10 September 2015 | 9:14 PM WIB Last Updated 2015-09-10T14:15:52Z
Petra Lazlo, nama juru kamera itu, bekerja di stasiun lokal N1TV yang dimiliki oleh kelompok sayap kanan anti imigran, Partai Jobbik. (Reuters/Marko Djurica)

LAMPUNG ONLINE - Seorang juru kamera wanita dari stasiun televisi Hungaria dipecat setelah ia terekam dengan sengaja menendang kaki imigran yang sedang membawa anak kecil, ketika imigran tersebut berlari dari polisi di dekat perbatasan Serbia. Ia juga tertangkap kamera sedang menendang seorang imigran lain yang masih anak-anak.

Petra Lazlo, nama juru kamera itu, bekerja di stasiun lokal N1TV yang dimiliki oleh kelompok sayap kanan anti imigran, Partai Jobbik. 

Dalam satu rekaman, Lazlo terlihat menendang seorang pria yang berlari kencang sambil menggendong anak laki-lakinya. Ayah dan anak itu langsung terjatuh. 

Kedua rekaman itu tersebar luar lewat media sosial setelah di-posting di Twitter oleh seorang reporter asal Jerman, Stephan Richter. Netizen pun banyak yang mengecam kelakukan Lazlo.

Stasiun N1TV merilis pernyataan pada Selasa (8/9/2015), mengatakan bahwa Lazlo telah dipecat.



“Karyawan N1TV hari ini sudah melakukan sesuatu yang tidak dapat diterima di Roszke. Hubungan pekerjaan kami dengan juru kamera wanita itu sudah berakhir. Kasus ini kami anggap ditutup,” bunyi pernyataan itu, dikutip dari The Telegraph dan dilansir CNNIndonesia, Rabu (9/9/2015).

Tidak jelas apa yang melatarbelakangi Lazlo melakukan perbuatannya.

Beberapa ratus imigran mendobrak garis polisi di perbatasan Hungaria-Serbia pada Selasa.

Imigran ini adalah yang termasuk dari 1.500 orang yang telah menunggu berjam-jam di perbatasan Roszke, titip pertama pengungsi sebelum mereka dibawa ke kamp registrasi.

Hungaria telah menunjukkan kebijakan keras bagi para imigran yang ingin melintasi negara itu menuju ke Eropa Barat seperti Austria dan Jerman.

Hungaria sempat memblokade imigran untuk masuk ke stasiun Keleti pada minggu lalu, dan menahan mereka di kamp darurat. Namun sebelum akhir pekan, membolehkan mereka lewat. Puluhan ribu telah tiba di Jerman dan Austria selama akhir pekan lalu.

Pada Selasa, Perdana Menteri Viktor Orban mengumumkan bahwa ia akan terus menyelesaikan pembangunan tembok setinggi 3,5 meter di perbatasan dengan Serbia untuk menahan arus imigran. (*)