LAMPUNG - Berusaha melawan saat disergap, gembong begal antar-provinsi tewas ditembak polisi di rumahnya. Jenazah Idris alias Gareng (32) warga Gunung Pelindung, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung lalu dibawa petugas ke Rumah Sakit, Sabtu (25/7/2015) dini hari.
Sementara tiga anak buahnya yakni, Saleh, Koproni dan Suli Boy lebih memilih menyerahkan diri daripada ditembak. Ketiganya diamankan di Polres Lampung Timur.
Dari catatan polisi, komplotan ini telah beraksi 15 kali di wilayah Gunung Pelindung, Lampung Timur, wilayah Bandar Lampung dan di Pulau Jawa.
“Tersangka terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas karena melawan petugas dan berupaya melarikan diri saat disergap,” kata Kapolres Lampung Timur, AKBP Juni Duarsyah melalui Kabid Humas Polda Lampung AKBP Sulistyaningsih.
“Terakhir kali komplotan ini merampas motor milik Boiman warga Desa Pematang Tahalo, Kecamatan Gunung Pelindung, Lampung Timur pada Juli 2015 lalu menggunakan senjata api rakitan,” tambahnya.
Modusnya dengan berboncengan motor berbekal senjata tajam dan senjata api rakitan, para pelaku berkeliling mencari target dan mengamati situasi jalan. Setelah mendapatkan target, para tersangka memepet motor dan memaksa korban berhenti dengan ancaman akan dibunuh, seperti dilansir Poskotanews.
"Karena takut, korban berhenti. Selaku eksekutor, Idris dengan senjata api menodongkan pistol sedangkan anak buahnya menghunus senjata tajam. Lalu anak buah yang lainnnya yang bertugas sebagai joki turun dari motor lalu merampas motor korban," jelasnya.
Motor-motor hasil rampasan itu, sebagian ada yang dijual utuh dan ada yang berupa onderdil kepada penadah. Uang hasil penjualan kemudian dibagi rata. (*)
