Notification

×

Jalan Rusak, Warga Way Kanan Ancam Gabung ke Tulangbawang Barat

29 July 2015 | 9:23 PM WIB Last Updated 2015-07-29T14:23:25Z

WAY KANAN - Warga di Kecamatan Negeri Besar, Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung berharap pemimpin Way Kanan mendatang agar membangun infrasruktur jalan di wilayah perbatasan. Jika tidak, masyarakat beberapa kampung di sana mengancam akan bergabung dengan Kabupaten Tulang Bawang Barat.

"Kesenjangan pembangunan yang tebang pilih oleh Pemkab Way Kanan, menjadi alasan masyarakat berniat ingin bergabung dengan Kabupaten Tulang Bawang Barat. Kondisi infrastruktur kampung-kampung di Kecamatan Negeri Besar yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Tulang Bawang Barat, minim tersentuh pembangunan," ujar Ketua LDNU Way Kanan, Abdurrohim SPdI, Rabu (29/7/2015)

Dijelaskan, kondisi jalan poros penghubung antar-kecamatan dan antar-kampung rusak berat. Hal ini membuat laju perekonomian masyarakat setempat tersendat, karena tidak bisa mengangkut hasil bumi ke pusat ekonomi di ibukota kabupaten. 

“Tidak ada cara lain, selain jalan poros antar-kecamatan Negeri Besar, Negara Batin, Pakuan Ratu hingga ruas menuju ibukota ini segera direkonstruksi, perbaiki total,” tukas pria yang akrab disapa Ustadz Rohim.

Sementara di Kabupaten Tulangbawang Barat, infrastruktur sangat diperhatikan oleh pemerintah setempat. Kalau ditempat lain di luar Kecamatan Negeri Besar masih ada jalan yang rusak, maka di Negeri Besar semuanya rusak.

“Dari Negeri Besar ke ibukota kabupaten Way Kanan yakni Blambangan Umpu, jarak tempuhnya mencapai 140 km, dengan kondisi jalan yang sangat hancur dan butuh waktu seharian baru bisa sampai ke tujuan. Sementara bila kami ke ibukota Tulang Bawang Barat perjalanan tidak sampai 30 menit dengan kondisi jalan yang mulus,” terang Ustadz Rohim.

Mantan anggota DPRD Way Kanan ini mengkritik anggaran infrastruktur jalan, yang sebagian besar porsi pembangunannya terpusat di kecamatan-kecamatan sekitar ibukota saja. 

Ia mencontohkan, ruas-ruas jalan yang tahun lalu dibangun dengan anggaran miliaran rupiah, tahun ini dianggarkan miliaran lagi untuk pemeliharaan. Padahal selayaknya, anggaran itu dibangun untuk wilayah di ujung kabupaten yang sangat dibutuhkan masyarakat setempat sejak dulu.

“Janji Pemkab Way kanan dahulu akan menciptakan jalan di Way Kanan menjadi mulus dan tidak berlubang. Namun hingga kemarin saya ke sini sejak 5 tahun lalu, jalan-jalan di tempat saya itu semua rusak parah, sehingga teman-teman saya dari Tubarat berseloroh 'kalau mau naik mobil atau motor sambil bergoyang, mainlah ke Way kanan', karena hampir tidak ada jalan yang tidak berlubang alias rusak semua,” katanya.

Setelah dia memasuki ibukota Way kanan dan berkeliling ke kampung-kampung penyangga ibukota kabupaten, dirinya pun disuguhkan pemandangan yang miris. Ternyata ruas jalan di ibukota pun banyak yang berlubang dan rusak. 

“Setelah saya berkeliling hingga ke Kecamatan Way Tuba, saya berpikir, bagaimana mau memikirkan kami yang di ujung sana, jalan-jalan yang ada di ibukota ini saja dimana-mana rusak dan rusak dimana-mana,” pungkasnya. (mus)