![]() |
| Joko Widodo (Jokowi) |
LAMPUNG ONLINE - Dengan meminta maaf ke eks Partai Komunis Indonesias (PKI) dan keluarganya, Presiden Joko Widodo yang akrab disapa Jokowi, artinya merealisasikan janji kampanye pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 lalu.
Begitu pandangan peneliti Perludem, Heroik Muttaqien Pratama yang ditemui usai diskusi di bilangan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (11/7/2015).
Heroik menyebutkan, permintaan maaf ini merupakan tahapan awal bagi Jokowi membuka kembali ruang untuk memproses kasus-kasus pelanggaran HAM berat yang terjadi di masa lalu. Apalagi selama ini masyarakat, terutama yang hidup di zaman Orde Lama dan Orde Baru masih memandang negatif PKI.
"Tapi kita tidak tahu ada transformasi politik dan transformasi sosial yang selama ini berkembang," imbuhnya, seperti dilansir RMOL.
Terkait pengembalian hak-hak politik para eks PKI dan keluarganya, Heroik meminta Jokowi untuk mengkaji lebih dalam dan harus melibatkan masyarakat dalam prosesnya.
"Karena saat ini kita belum tahu persepsi masyarakat terhadap PKI," tegasnya.
Lebih lanjut ia mengharapkan apa yang direncanakan Jokowi dalam menyelesaikan kejahatan manusia masa lal itu tidak semata untuk PKI. Sebab masih banyak pelanggaran HAM berat lainnya yang menuntut penyelesaian. (*)
