LAMPUNG ONLINE - Ketua Umum Golkar versi Munas Bali, Aburizal Bakrie dan Ketua Umum Golkar versi Munas Ancol, Agung Laksono menandatangi kesepakatan bersama atau islah, yang kembali dimediasi Wakil Presiden Jusuf Kalla di kediaman dinas Wapres, Jalan Diponegoro Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (11/7/2015).
Tampak hadir dari kubu Agung yakni Zainuddin Amali dn Yorris Raweyai. Sedangkan Aburizal didampingi Sekjennya, Idrus Marham.
Setidaknya ada empat poin islah terbatas yang ditandatangani pentolan dua kubu Partai Golkar, Aburizal Bakrie bersama Agung Laksono.
Wapres Jusuf Kalla yang kembali menginisiasi islah itu menyebutkan empat poin yang disepakati dalam pertemuan dua kubu bersengketa.
"Sebagai pelaksanaan dari kesepakatan yang pertama, 30 Mei, khususnya pasal empat tentang pendaftaran calon ke KPU, disepakati hal-hal sebagai berikut. Pertama, tim penjaringan bersama bekerja untuk menetapkan calon-calon gubernur, bupati dan wali kota secara bersama di setiap daerah pemilihan," kata JK usai penandatangan islah, seperti dilansir RMOL.
Kedua, apabila ada daerah yang berbeda calon dari masing-masing pihak dan tidak bisa disatukan secara musyawarah, maka dilaksanakan survei atau cara demokratis lain untuk disetujui bersama di mana calon yang paling tinggi suaranya menjadi calon yang disetujui.
Ketiga, pengurus DPP, DPD I atau DPD II masing-masing pihak dengan terkoordinasi mengajukan surat pendaftaran secara terpisah dengan satu pasangan calon yang sama.
Hasil tim bersama ke KPU atau KPU daerah masing-masing daerah pemilihan setelah mendapatkan penetapan dari tim penjaringan tingkat Pusat.
"Keempat, status kedua pengurus tetap berjalan bersama sampai dengan keputusan pengadilan yang bersifat tetap atau dicapai islah yang penuh," kata Wapres.
Aburizal Bakrie (Ical) dan Agung Laksono sama-sama sepakat gagasan mengusung satu calon yang sama untuk pilkada serentak, Desember mendatang. Ical merasa dengan mengusung satu calon ketegangan yang terjadi di konflik internal partai bisa diredam.
"Ini tentu menjaga ketenangan, dan sukseskan pilkada serentak dan juga kita dan pak Agung ini tinggalkan ego masing-masing untuk kepentingan Partai Golkar dan untukk kepentingan Indonesia," terang dia.
Sementara itu, Agung mengatakan, pertemuan ini mengedepankan persamaan, serta meminimalisir perbedaan di tubuh partai. Termasuk, memilih calon kepala daerah yang dijagokan oleh Golkar.
"Mudah-mudahan dengan cara ini bisa dicapai. pak Ical bilang lepas ego. Di perjanjian islah pertama itu disebutkan butir pertama kita utamakan kepentingan yang lebih besar, bukan kelompok," tandasnya. (*)
