![]() |
| Jasad Adil Darmawan. (ist) |
LAMPUNG - Ratusan aparat kepolisian dan TNI berjaga di Desa Malangsari Kabupaten Lampung Selatan, karena situasi di daerah itu memanas sebagai buntut dari penganiayaan terhadap dua orang yang diduga sebagai pelaku pembegalan pada pekan lalu.
Berdasarkan pantauan dan informasi yang dihimpun di Desa Malangsari Lampung Selatan, Rabu (29/07/2015), aparat kepolisian dan TNI berjaga di perbatasan Lampung Selatan dan Lampung Timur.
Kapolsek Tanjung Bintang, Lampung Selatan Kompol Tri Hendro Prasetyo bersama rombongan juga sempat disandera, namun berhasil dikeluarkan setelah dibantu aparat gabungan dari Lampung Timur, sedang kendaraan mereka dirusak massa.
Baca: Begal Dibunuh, Warga Lampung Timur Balas Dendam, Satu Tewas
Masalah ini berawal saat warga Dusun Temanggung Desa Malangsari menghakimi dua warga Desa Jabung yang diduga sebagai pelaku pembegalan hingga satu orang tewas dan satu kritis pada Rabu (22/7/2015) lalu.
Masalah ini berawal saat warga Dusun Temanggung Desa Malangsari menghakimi dua warga Desa Jabung yang diduga sebagai pelaku pembegalan hingga satu orang tewas dan satu kritis pada Rabu (22/7/2015) lalu.
Untuk meredakan suasana yang memanas, Sekretaris Desa Malangsari Adil Darmawan (40) mencoba melakukan negosiasi perdamaian antara desanya dengan Desa Batu Badak Kecamatan Jabung. Namun, ia justru tewas dianiaya.
Sebelumnya sudah ada perdamaian antara kedua belah pihak. Namun, bertepatan dengan "nujuh hari", pihak aparat Desa Malangsari kembali ke Jabung untuk mempererat tali silaturahim. Rombongan aparat desa itu di antaranya Kapolsek Tanjung Bintang bersama tiga anggotanya, kepala dusun dan Sekdes Malangsari, seperti dilansir Rimanews.
Tetapi saat keluar dari rumah duka di Desa Batu Badak, Sekdes Malangsari dianiaya oleh massa hingga kritis, dan akhirnya meninggal.
Selain di Desa Malangsari, ratusan petugas juga berjaga di Desa Batu Badak Kecamatan Jabung Lampung Timur untuk meredam situasi. (*)
