MESUJI - Setelah sebelumnya terjadi di Register 45, bentrok antarwarga kembali pecah di Kabupaten Mesuji, Lampung, yang berbatasan dengan Provinsi Sumatera Selatan. Kali ini terjadi di desa pedalaman Mesuji yakni Desa Kagungan Dalam, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Mesuji.
Akibatnya, Awa (40) warga Desa Sungai Badak, asal Sungai Ceper, Sumatera Selatan, tewas tertembak dan tiga orang lainnya luka luka di lahan sawit milik PT Barat Selatan Makmur Investindo (BSMI).
Akibatnya, Awa (40) warga Desa Sungai Badak, asal Sungai Ceper, Sumatera Selatan, tewas tertembak dan tiga orang lainnya luka luka di lahan sawit milik PT Barat Selatan Makmur Investindo (BSMI).
Dugaan awal, Awa tewas oleh warga Desa Kagungan Dalam, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Mesuji, Lampung karena rebutan sawit curian di PT BSMI. Dijelaskan warga sekitar, penembakan terjadi pada Jumat (3/7/2015) sekitar pukul 15.30 WIB.
"Kejadiannya di lahan BSMI, mungkin rebutan sawit curian. Belum diketahui siapa pelaku penembakan, namun informasi yang berkembang, pelaku penembakan adalah DR dari Kagungan dalam," jelas saksi mata.
Dari informasi yang berhasil dihimpun, akibat penembakan ini sekitar 30 warga Sungai Ceper dengan mengendarai tiga perahu berkumpul di Desa Sri Tanjung, Kecamatan Tanjung Raya, Mesuji.
"Mereka warga Sungai Ceper sudah berkumpul, kabarnya mereka bersenjata api rakitan. Kami takut ada bentrok dan penyerangan yang dilakukan mereka ke desa Kagungan Dalam," jelas saksi mata.
Kapolres Mesuji AKBP Trisna belum dapat memastikan penyebab terjadinya bentrok.
"Saya belum bisa pastikan, belum dapat informasinya pastinya," ungkap Trisna yang dihubungi pada Jumat malam.
Sementara, informasi yang diperoleh, bentrok terjadi lantaran korban tewas di lokasi kejadian setelah tertembus peluru ketika adu tembak dengan kelompok preman di areal kebun sawit Desa Kagungan Dalam.
Kapolsek Tanjung Raya AKP.Kurmen, saat dikonfirmasi mengatakan, jajaran kepolisian dari Polres Mesuji dan Polsek Tanjung Raya saat ini sedang meklakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Desa Kagungan Dalam, untuk mengantisipasi adanya serangan balik dari pihak korban asal Sungai Ceper OKI, Sumatera Selatan.
"Kami siaga di TKP. Untuk menyelidiki adanya pertikaian antar preman ini, sedangkan jasad Awa yang tewas sudah dibawa pulang oleh pihak korban," jelasnya. (dbs)
