![]() |
| Masinton Pasaribu |
LAMPUNG ONLINE - Setelah sempat heboh transkrip salah satu menteri yang menjelek-jelekkan Presiden Jokowi, politikus PDI Perjuangan, Masinton Pasaribu mengungkapkan, menteri di jajaran Kabinet Kerja yang menghina Presiden Joko Widodo ternyata tidak hanya satu orang. Menurutnya, ada dua lainnya yang juga menjelekkan Jokowi
"Ada tiga pembantu presiden yang mengejek-ejek presiden di luar. Dua jabatannya sebagai menteri, satu lagi setingkat menteri," ujar Masinton dalam diskusi `Siapa Kena Reshuflle?` di Jakarta Selatan, Minggu (5/7/2015).
Namun, anggota Komisi III DPR itu enggan mengungkapnya identitas dua pejabat yang dimaksudnya. Yang pasti, katanya, nama-nama pejabat itu sudah masuk dalam catatan hitam di PDIP.
Masinton menegaskan, partainya sudah memiliki data lengkap seputar penghinaan pada Jokowi yang dilontarkan pejabat-pejabat yang tak loyal itu. Salah satunya adalah menteri yang ikut berkomentar saat Jokowi mengeluhkan waktu tunggu bongkar muat peti kemas (dwelling time) di Pelabuhan Tanjung Priok.
“Satu menteri yang ada di pelabuhan ketika waktu sidak. Itu kan ada delapan kementerian di sana. Satu lagi setingkat menteri, di dalam istana. Dan dia bicara sama, kurang lebih seperti itu. Bicara di dalam komunitasnya,” papar Masinton.
Karenanya Masinton berharap nama-nama itu menjadi catatan Jokowi ke depan. Apalagi, orang-orang yang berbicara jelek soal Jokowi itu adalah orang-orang yang dipercaya membantu di pemerintahan.
Masinton menekankan, apa yang dia katakan tersebut bukan bertujuan memfitnah para pembantu presiden. Justru, dia berujar, ketiga pembantu presiden itulah yang telah melakukan fitnah lantaran telah mendiskreditkan Jokowi.
"Ketiganya setiap hari ada sama Presiden terus, itu bukan fitnah. Justru orang yang mendegradasikan Presiden itu tidak ngerti apa-apa itu yang fitnah," tandas Masinton, seperti dilansir Harianterbit.
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengungkapkan, ada menteri yang menghina Presiden Jokowi. Hinaan ini pun terekam dan sudah didengar langsung oleh Jokowi.
"Siapa menteri tersebut yang dalam tanda petik tidak loyal, apalagi mengecilkan arti Presiden. Saya sebagai Mendagri ada datanya, saya kira Pak Presiden sudah tahu," ucap Tjahjo usai buka puasa bersama di rumah dinas Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani, Minggu (28/6/2015). (*)
