![]() |
| ilustrasi |
LAMPUNG - Aparat hukum dari Kepolisian Daerah (Polda) Lampung menyiagakan puluhan penembak jitu (Sniper) di sejumlah jalur mudik yang dianggap rawan tindak kriminalitas, dengan pelaku dilaporkan sering menggunakan senjata tajam.
"Kami menyiagakan penembah jitu yang akan mengawal para pemudik, anggota Brimob juga akan disiagakan di setiap angkutan umum yang beroperasi," kata Kepala Polda Lampung Brigjen Edward Syah Pernong, Jumat (10/7/2015).
Dia mengatakan, peningkatan aktivitas masyarakat dan pergerakan perpindahan orang maupun barang dalam menyambut Idul Fitri 1436 Hijriah akan potensial terjadi gangguan kamtibmas bila tidak dikelola dengan baik.
"Beberapa aktivitas masyarakat yang perlu diperhatikan adalah pelaksanaan ibadah puasa, Sholat Idul Fitri, kegiatan transaksi belanja, mudik, rekreasi atau berwisata serta kegiatan distribusi bahan pokok ke masyarakat dan penyaluran serta ketersediaan bahan bakar minyak (BBM)," jelas Kapolda Edward.
Sedangkan permasalahan lalu-lintas, lanjut dia, akan mengalami peningkatan volume, sehingga dampaknya bisa menyebabkan terjadi kecelakaan serta gangguan tindak kriminalitas, seperti dilansir Skalanews.
"Sejumlah wilayah yang rawan kriminalitas terus dipantau setiap Polres dan dibantu oleh Polda," kata Edward.
Penempatan penembak jitu ini berada di sejumlah titik yang pada saat arus mudik berlangsung volume kendaraan di jalan lintas tersebut dipastikan akan naik. Menurut Kapolda Edward, pada puncak arus mudik lebaran ini, penjagaan akan ditingkatkan oleh pihak Kepolisian.
Dalam Operasi Ketupat Krakatau 2015 ini, Polda Lampung mengerahkan 1.522 personel yang berlangsung sejak 10 Juli hingga 25 Juli mendatang.
Para personel itu berasal dari Polda sebanyak 352 orang, Polresta Bandarlampung dan Polres jajaran Polda yang berjumlah 1.170 orang. (*)
